Menu Close

Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak Ke-514

DEMAK – Hari Jadi Kabupaten Demak ke-514 yang jatuh pada tanggal 28 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Sehingga Upacara Peringatan Hari Jadi diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2017. Bupati Demak HM. Natsir selaku inspektur upacara mengajak semua masyarakat Demak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Demak di segala bidang.

Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Demak dalam beberapa tahun terakhir telah membuahkan hasil yang signifikan di berbagai bidang.  Berbagai penghargaan di tingkat provinsi, nasional dan internasional pun berhasil diraih. Diantaranya : Penghargaan Dutch Innovation Award Struktur Hybrid Engineering dari Pemerintah Belanda, karena turut serta berperan aktif dalam memfasilitasi koordinasi antara Pemerintah Indonesia dan Belanda, berkaitan Program Pembangunan Hybrid Engineering di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung, Anugrah Literasi Prioritas hasil kerjasama Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud dan USAID Indonesia pada tanggal 20 Maret 2017 di Jakarta,  Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) berhasil meraih Juara II Investment Award dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tingkat Nasional dan Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup, yaitu Piala Adiwiyata Mandiri Nasional Tahun 2016 dianugerahkan kepada SMA Negeri 1 Demak. Piala tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Kabupaten Siak Riau.

Selain itu penghargaan juga diraih oleh Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan Dempet yang kembali meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai BKK Terbaik Pertama di Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diraih empat tahun berturut-turut, yakni mulai tahun 2013 hingga tahun 2016. Anugerah Juara I Pelaksana Kinerja Raskin/Rastra Terbaik Kategori Desa/Kelurahan Tingkat Jawa Tengah Tahun 2016 juga disandang oleh Desa Wonosari Kecamatan Bonang.

Program-program unggulan yang menjadi prioritas Bupati yaitu : Gerakan Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji, Demak Kabupaten Literasi, Demak Kabupaten Pramuka, Demak Kota Wali Ramah Investasi, dan Demak Berbasis Infrastruktur.

Bupati menegaskan ”Gerakan Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mengaji, secara tidak langsung masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan hal buruk. Dan ini tentu saja membawa dampak positif bagi generasi penerus bangsa,”

Bupati juga mencanangkan Gerakan Demak Kabupaten Literasi. Tujuannya adalah untuk membiasakan dan memotivasi masyarakat, khususnya bagi para siswa dan guru agar mau membaca dan menulis guna mengembangkan budi pekerti dan juga seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Kabupaten Literasi merupakan langkah awal untuk membangun masyarakat Demak yang literat, mengimplementasikan budaya literasi dan menjaga konsistensinya. Bupati juga mengharapkan dukungan dari berbagi pihak untuk menjadikan Demak sebagai Kabupaten Pramuka. Gerakan pramuka merupakan salah satu upaya pembentukan kualitas karakter kebangsaan bagi kaum muda sebagai calon pemimpin di masa depan.

Pemerintah Kabupaten juga telah memberikan kemudahan bagi para  investor yang akan berinvestasi di Demak dengan memberikan berbagai paket kebijakan ekonomi untuk mewujudkan Demak Ramah Investasi. Yaitu dengan melakukan deregulasi dan debirokratisasi hingga kebijakan tax amnesty. Diharapkan para investor dapat berperan serta mendukung program pemerintah mengurangi angka pengangguran dan penduduk miskin, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan infrastrukstur jalan di Kabupaten Demak juga telah menunjukkan peningkatan. Jalan menuju wilayah perdesaan telah mampu membuka daerah terisolir dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Dari total panjang jalan kabupaten 426 km, hingga akhir tahun 2016, jalan beton yang terbangun sepanjang 408,95 km dan jalan aspal sepanjang 28,46 km. Hal ini menunjukkan 95% jalan di Kabupaten Demak sudah dalam kondisi baik.

Pemerintah Kabupaten Demak juga berupaya meraih kembali Penghargaan Adipura, sebagaimana telah diraih pada tahun 1997 silam. Berbagai upaya strategis telah dilakukan diantaranya dengan Gerakan 5 Menit Memungut Sampah Sesudah Apel Pagi dan Gerakan Satu Orang Satu Pohon serta Melakukan Kerja Bakti di berbagai tempat umum bagi para PNS.

Untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan berwibawa, Pemerintah Kabupaten Demak juga telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) pada tanggal 11 Januari 2017. Satgas ini sangat terbuka menerima laporan dan masukan dari masyarakat jika ada oknum yang melakukan praktek pungli. Pungli tergolong kategori korupsi yang menyebabkan birokrasi menjadi tidak efisien sehingga harus diberantas. Terlebih Presiden Jokowi telah memberikan kebijakan untuk memberantas pungli. Diharapkan dengan adanya Satgas Saber Pungli dapat mencegah dan memberantas pungli dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Demak. “Mari kita rapatkan barisan dan satukan tekad untuk membangun dan memajukan Kabupaten Demak tercinta,” tandas Bupati. *(media center)

Bagikan