Menu Close

Sosialisasi dan Workshop Asosiasi Pengusaha Indonesia

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak telah melakukan berbagai upaya dalam rangka menggairahkan dunia usaha. Upaya tersebut dilakukan dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pengusaha untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Demak. Dalam hal ini Pemerintah memberikan berbagai kemudahan kepada para investor, terutama kemudahan mengurus perijinan.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DinPMPTSP) Kabupaten Demak melayani 64 perijinan, yang mana hanya 6 jenis perijinan yang dikenakan retribusi. Bagi para investor yang akan berinvestasi di Demak diharapkan untuk membuat 4 perijinan di DinPMPTSP Kabupaten Demak. Dimana 3 jenis perijinan yaitu Ijin Usaha Industri, Ijin Prinsip dan Ijin Lokasi tidak dikenakan retribusi. Pemerintah hanya menarik retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) saja.

Di Kabupaten Demak juga memiliki potensi investasi yamg tinggi, karena sepanjang 408,95 km jalan di Kabupaten Demak telah dibeton. 28,46 km sisanya berupa jalan makadam. Sehingga dapat dipastikan bahwa 95% jalan di Kabupaten Demak dalam kondisi baik. Hal itu akan memperlancar dan mempermudah arus distribusi barang / jasa. Selain itu di Kabupaten Demak juga tersedia SDM yang siap kerja.

Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Muliana, SH MH pada acara Sosialisasi dan Workshop Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Rabu (19/7) di Gedung Bina Praja.

Sekarang ini banyak sekali masalah yang dialami para pekerja, seperti PHK secara sepihak dan tanpa kejelasan, gaji di bawah UMR, pekerja yang dirumahkan tanpa kepastian waktu kapan dipekerjakan kembali dan masalah-masalah lainnya. Untuk itu perlu adanya suatu serikat yang dapat memperkuat posisi para pekerja sehingga mereka tidak diperlakukan secara semena-mena. Selain itu, serikat pekerja juga harus mampu mengakomodir kepentingan pekerja di dalam perusahaan, serta dapat menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, saran, pandangan dan tuntutan pekerja kepada perusahaan, tambah Muliana.

Diharapkan agar semua anggota maupun pengurus Serikat Pekerja Independen Kabupaten Demak tetap memegang teguh pada norma, etika serta aturan yang berlaku dalam melaksanakan semua tugas dan fungsinya.

“Jangan grusa-grusu ketika menghadapi permasalahan. Berpikirlah yang jernih dan tunjukkan kedewasaan dalam berpikir karena hal tersebut akan membuahkan hasil yang lebih baik. Hindarkan diri dari tindak anarkhi karena hal tersebut justru tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru berpotensi memperbesar masalah. Lakukan koordinasi antar pengurus dan anggota, serta lakukan pendekatan yang baik dengan pihak manajemen,” katanya. (media center)

 

Bagikan