Menu Close

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Meneliti Peninggalan Hindu-Budha di Demak

DEMAK – Petilasan mbah Dudukan yang berada di desa Blerong kecamatan Guntur kabupaten Demak merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha. Empat benda purbakala yang berada disitus tersebut berupa arca patung ganesha, batu lingga yoni, batu prasasti kecil dan batu yang sudah rusak kondisinya. Keberadaan benda tersebut tidak diketahui secara pasti kapan ditemukan, namun dalam catatan arkeologi Belanda tertulis tahun 1910 dengan nomor Register 193. Sampe saat ini masyarakat setempat masih tetap merawat dan melestarikan cagar budaya tersebut. Ahmad Widodo ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, Penemuan peninggalan zaman Hindu-Budha tidak hanya di satu titik saja namun banyak tersebar di wilayah guntur bahkan juga dibeberapa wilayah kabupaten Demak seperti kecamatan Bonang. Selain batu yoni juga ditemukan reruntuhan tumpukan bata bekas bangunan dan pecahan genting.” Dengan penemuan tersebut ada dua kemungkinan asal usulnya yakni yang pertama kemungkinan sebagai tempat pemujaan dan kemungkinan lain sebagai lokasi perkampungan zaman Hindu Budha” jelanya.
Banyaknya peninggalan yang ditemukan di wilayah Kabupaten Demak menarik perhatian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional untuk melakukan penelitian dikabupaten Demak. Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Dinas pendidikan dan kebudayaan Demak, ketua penelitian Agustiyanto Indrajaya dalam penelitiannya bekerja sama dengan Dr. Veronique Degroot dari EFEO ( Ecole Fraincaise d’extrene Orient). Penelitian benda purbakala yang dikemas dalam Interaksi Arkeologi Pantai Utara Jawa dan Sumatera Selatan pada masa awal Hindu-Budha direncanakan hingga dua minggu dari tanggal 13-26 Agustus ’19. Disebutkan dalam proposalnya dipulau jawa bantak ditemukan jejak kerajaan bercorak India dengan sisa peninggalan Arkeologi dari kerajaan yang berdiri pada abad 8-10 masehi. Adapun kerajaan besar yang membangun monumen atau pemujaan besar seperti Borobudur dan Loro Jonggrang Prambanan. (rdy)

Bagikan