Menu Close

Mensiasati Harga Garam yang Anjlog Ditingkat Petani

DEMAK –  Anjloknya harga garam di tingkat petani disebabkan oleh kualitas garam yang dihasilkan petani bermutu rendah. Di lapangan dijumpai garam yang diproduksi petani terdiri dari tiga level yaitu K1, K2 dan K3.
Garam K1 merupakan garam dengan kualitas yang baik dengan kadar NaCI paling tidak 94%. Sementara, K2 dan K3 di bawah itu.
Terpisah Informasi yang disampaikan Jurnalis Fatkhul Muin dalam akun medsosnya menyebutkan, Dr. Ir. Sudarto, MM Pakar Garam dari kementrian perdagangan yang menyaksikan panen Garam beberapa wakty lalu di desa Kedung Mutih Wedung mengatakan “merubah kebiasaan petani memproduksi garam membutuhkan waktu, Oleh karena itu saya memberi pelatihan pada mereka sudah lebih 5 tahun dan pada tahun ini petambak sudah mulai merasakan manfaat dari pelatihan”. Selain memberikan pelatihan dia juga mengusahakan pertemuan petambak garam dengan pengusaha untuk penjajagan kerjasama teknis, permodalan dan pemasaran .Mudah mudahan ada tindak lanjut kerja sama saling menguntungkan jelas Sudarto.
Garam Pharmasi adalah garam yang berharga cukup mahal dengan kadar Na CL 99 persen atau 100 persen. Petambak garam dengan bimbingan Dr. Ir. Sudarto .MM tahun 2019 ini sudah bisa memanen garam Pharmasi di lahan garam berbentuk Thunnel di lahan salah satu petambak Garam Musa Abdillah di pinggir jalan raya Desa Babalan – Kedungmutih . Ke depan nantinya setiap petambak garam dihrapkan punya lahan berbentuk tunnel ini untuk mensuply Garam Pharmasi. (kominfo)

Bagikan