Menu Close

Pentingnya Pembentukan PPID Desa sebagai saluran Informasi

Demak- 10 desa ditunjuk oleh Dinas Kominfo kabupaten Demak sebagai pilot project pelaksanaan PPID Desa. Hal ini untuk menidaklanjuti surat dari Komisi Informasi Propinsi Jawa Tengah tentang evaluasi keterbukaan Informasi Pemerintahan Desa 2019. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menilai kepatuhan pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada pemerintahan desa, kecakapan pemerintahan desa dalam mekayani informasi publik dan sebagai upaya mendorong akselerasi, inovatif dan terbuka. Selasa (24/9) diruang pertemuan Dinas Kominfo, Kepala dinas Dra. Endah Cahyarini dalam sambutan pembukaanya menyampaikan ” bahwa dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh Komisi Informasi PPID kab. Demak ada di peringkat 33 dari 35 kabupaten di tahun 2018, untuk itu pada tahun ini kita harus lebih baik dan naik peringkat”. Ditambahkannya bahwa dari 249 desa kelurahan se Demak yang websitenya aktif hanya 40 desa, 100 desa tergolong agak aktif websitenya dan sisanya tidak aktif sama sekali. Dengan kondisi demikian belum sesuai amanat UU no 14 thn 2008 tentang keterbukaan Informasi, serta belum mendukung terciptanya kabupaten Demak yang Informatif, jelasnya.
Sementara kepala bidang Komunikasi dan statistik selaku ketua PPID Demak Agus Pramono menjelaskan ke 10 desa yang diundang meliputi desa ujung semi Wedung, Pilang wetan kebun agung, Mlaten Mijen, Banjarsari Sayung, Kedung Waru kidul Karanganyar, Wonokerto Karangtengah, Gajah, Bogosari Guntur , Tempuran Demak, Karangrejo Wonosalam. Dalam materi paparanya Agus mengatakan” mengelola informasi di tingkat desa tidak semudah yang dipikirkan. Namun, harus dilakukan berdasarkan prosedur aturan yang jelas, agar pemberi dan penerima informasi masing-masing memiliki tanggung jawab, terlebih saat ini desa mengelola dana yang cukup besar, maka masyarakat ingin mengetahui pengelolaannya. Keingintahuan masyarakat tersebut harus melembaga jangan sampai tidak ada saluran informasi, dengan adanya PPID inilah merupakan saluran yang tepat”.
Peserta yang hadir dalam pelatihan ini meliputi kades, Sekdes dan Admin selain mendapatkan meteri PPID juga di berikan pelatihan mengelola website desa.(rdy)

Bagikan