Menu Close

Posyandu Mampu Mencegah Stunting Dalam Peranya

DEMAK – Stunting atau kerdil adalah gagal tumbuh pada anak berusia balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1000 hari pertama kehidupan ( HPK) yakni dari janin hingga 23 bulan.
Riset kesehatan Dasar/RisKesDas 2018 penurunan prevalensi stunting Balita tingkat Nasional sebesar 6.4% selama periode 5 thn terakhir. Yaitu 37,2% menjadi 30,8% dari tahun 2013-2018.

Salah satu strategi percepatan pencegahan stunting yakni perubahan perilaku, yang selaras pada pilar ke 2 dari 5 pilar pencegahan stunting yang ditetapkan oleh Wakil Presiden. Sedangkan kabupaten Demak telah menyiapkan Rencana Aksi Daerah penanggulangan Stunting ditahun 2020 terhadap 5 desa dari 4 kecamatan yang terdapat penderita stunting.

Sementara Bupati Demak HM. Natsir pada acara Refreshing kader Posyandu peduli Stunting dikantor camat Mranggen Senin (21/10) mengatakan pencegahan stunting dapat dimulai dari perbaikan gizi, perbaikan pola makan bagi balita harus banyak protein.
“Penting juga pola asuh yang benar dengan pemberian makanan yang benar misal bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Adanya Sanitasi dan akses air bersih untuk cuci tangan serta tidak buang air sembarangan”. tambahnya.

Bupati juga meminta, usai dilaksanakannya kegiatan tersebut, para kader dapat lebih meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pemahaman dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya dalam mencegah dan menekan angka stunting di Kabupaten Demak, khususnya di Kecamatan Mranggen.

Camat Mranggen Wiwin Edi W. mengatakan, Terkait masalah stunting di wilayahnya, pada setiap desa telah memberikan makanan tambahan sebesar Rp.8.000 kepada setiap bayi. dengan harapan masyarakat Mranggen khususnya balita tumbuh sehat dan sejahtera kehidupanya. (kominfo)

Bagikan