Menu Close

Kampung KB Harus Mampu Menciptakan Kesejahteraan Warga

Demak- Bupati HM. Natsir mengajak seluruh masyarakat dan para kepala desa kecamatan Bonang untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan sungai agar terhindar dari kuman penyakit. Hal ini disampaikan Bupati dihadapan para kepala desa se kecamatan bonang dan warga masyarakat desa Jati Mulyo pada acara Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES Tingkat kabupaten dan Peresmian Kampung KB Percontohan (Center of Exellen/ CoE) dihalaman Balai desa setempat, Rabu (30/10).
” Desa Jati Mulyo sudah bagus sudah bersih namun masih ada sampah di sungainya untuk itu pak kades dan para warganya lebih giat lagi kerja bhakti bergotong royong menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat sehingga terhindar dari kuman penyakit” kata bupati dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda, Sekda Demak Singgih Setyono, Assisten Pemerintahan, Kadinas Permades P2 KB serta perwakilan dari Propinsi. Selain itu hadir para Camat se kabupaten Demak beserta ketua TPPKK kecamatan.
ketua TPPKK kabupaten Nanik Singgih Setyono dalam laporanya menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi Keluarga Berencana serta mampu menyetarakan Gender kaum perempuan.

Kegiatan pencanangan kampung KB merupakan inovasi implementasi pengendalian penduduk. Diketahui bahwa ditahun 2019 telah dicanangkan kampung KB sebanyak 1874 dan 35% nya telah menggunakan Aplikasi Kampung KB termasuk desa Jatimulyo ini. Dengan begitu hendaknya hangan sampai pencanangan ini sebagai simbol saja namun harus mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat dan lingkungan.

Sementara disela sela acara tersebut Bupati menyerahkan Kartu Identitas Anak pada Siswa SD dan Sertifikat pada warga. Dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Pencegahan Perkawinan Dini bersama Forkopimda yang diawali dengan mengucapkan ” Cegah Perkawinan Dini Sekarang Juga”.

Menurut Bupati deklarasi pencegahan perkawinan anak karena pernikahan di usia dini akan menimbulkan dampak yang luas. Jika dilihat dari sisi kesehatan, perempuan yang menikah terlalu dini sangat rentan terhadap penyakit reproduksi dan juga sisi psikologis. “Mari bersama-sama kita rapatkan barisan dan terus berkoordinasi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan pola hidup sehat serta membangun keluarga kecil bahagia sejahtera.(kominfo )

Bagikan