Menu Close

Pemilukada Harus Bersih dari Politik Uang

DEMAK – Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Demak bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Propinsi Jawa Tengah mengadakan Sosialisasi Pengawasan Partisipasif bertempat di hotel Amantis(23/11). Kegiaatan yang dikemas dengan tema Mengikis Politik Uang Dalam Pilkada 2020 menghadirkan nara sumber dari Bawaslu Propinsi Roffiudin, ketua PWI Jawa tengah Amir mahmud dan disen Fisip Undip Dr. Fitriyah.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pendidikan politik bagi pemilih pemula, untuk itu selain pelajar dan mahasiswa yang hadir diundang pula tokoh masyarakat, awak media, ormas dan perwakilan OPD ” jelas Hasan Hamid ketua PWI Demak.
Dalam kesemoatan tersebut Amir Mahmud menyampaikan selama ini PWI Demak sangat aktif dalam kegiatan positif dibanding PWI didaerah lainnya, dalam kegiatatan ini artinya PWI Demak ingin terlibat dalam pembelajaran politik terhadap masyarakat. Karena Media merupakan saluran dan penyebar informasi yang banyak dicari masyarakat dalam memenuhi informasi yang dibutuhkan.

Sementara Roffiudin yang mewakili ketua Bawaslu Jawa Tengah menegaskan ” Tema politik uang menjadi topik pertemuan sebab setiap ada pesta demokrasi pasti banyak pula kasus pelanggaran yang masuk dan ditangani Bawaslu. Transaksi politik uangan sudah membahayakan karena dapat mengikis dan mencederai Demokrasi untuk itu kita semua wajib melawan dan memeranginya” ujarnya. Ditambahkanya pada kurun waktu 2013-2019 kasus pidana pemilu mencapai 31 kasus dengan jumlah pelanggaran tertinggi money politik 12 kasus, disusul aparat desa/kepala desa berkampanye 5 kasus, penggunaan fasilitas pemerintah 4 kadus dan lain lainya. (kominfo)

Diketahui bahwa ditahun depan 2020 Pemerintah melalui KPU akan menggelar pesta demokrasi Pemilukada serentak. Termasuk dikabupaten Demak sendiri.

Bagikan