Menu Close

Bersiap Menuju Seleksi Pertunjukan Rakyat FK-Metra Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Semarang, Selasa 28 Januari 2020 telah dilaksanakan rapat pembahasan seleksi pertunjukan rakyat FK – Metra (Forum Kesenian Media Tradisional) Tingkat Provinsi Jawa Tengah bertempat di Ruang Pertemuan Diskominfo Provinsi Jateng. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Diskominfo Prov. Jateng Setyo Irawan serta didampingi oleh Ketua FK-Metra Provinsi Jawa Tengah Daniel Agung Wahyudi.

Dalam pembahasan pelaksanan seleksi Pertunjukan Rakyat FK-Metra tingkat Provinsi Jawa Tengah telah ditunjuk 6 (enam) tuan rumah seleksi yang berlokasi di Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kota Pekalongan. Kabupaten Demak ditetapkan mengikuti seleksi di Kota Magelang bersama dengan Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Jepara. “Untuk waktu pelaksanaan seleksi perlu ada pembahasan lagi karena ada beberapa tuan rumah yang belum siap jika pelaksanaannya dalam waktu dekat ini, tapi supaya ada kejelasan pelaksanaan diperkirakan dibulan Juni atau Juli nanti”, tutur Setyo Irawan.

Untuk muatan dalam pertunjukan selain budaya atau kesenian kearifan lokal daerah juga harus sesuai dengan tema yang ditentukan, untuk tahun ini tema pertunjukan menitikberatkan pada isu lingkungan hidup. Diharapkan eksisnya FK-Metra Daerah tidak hanya saat diadakannya seleksi saja. Dipenghujung acara Daniel Agung Wahyudi selaku Ketua FK-Metra Provinsi Jawa Tengah berpesan, “Harapan kami tentunya FK-Metra Daerah tidak hanya ada saat Seleksi Tahunan, tetapi juga selalu eksis dalam tiap kegiatan Daerah seperti saat ada program Pemerintah yang harus didiseminasikan, Media Tradisional adalah cara yang pas untuk langsung menyentuh masyarakat luas terutama masyarakat pedesaan. Perlu diperhatikan pula dalam ajang ini besar harapan kami agar setiap perwakilan daerah juga mengembangkan inovasi dan menyesuaikan dengan era kekinian agar kebudayaan dan seni daerah tetap lestari serta dapat diterima generasi milenial”, pungkasnya.(adt/3/kominfo)

Bagikan