Menu Close

Menjaga Jarak Fisik, Bukan Menutup Diri Secara Sosial

Demak – Dinkominfo Demak turut mensosialisasikan perubahan social distancing menjadi physical distancing. Istilah social distancing tidak asing di telinga masyarakat. Istilah ini muncul sebagai salah satu upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19.
Pembatasan sosial / social distancing atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan, morbiditas dan terutama kematian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dikutip dari akun media sosial Kementerian Kominfo RI, baru-baru ini organisasi kesehatan dunia (WHO) secara resmi menganjurkan untuk mengganti penggunaan frasa “social distancing” menjadi “physical distancing”. Penggantian istilah ini bukan tanpa alasan. Menurut WHO dengan penggunaan istilah physical distancing, masyarakat diharapkan dapat menjaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19, namun dengan tidak menutup diri secara sosial.
Alasan itulah yang dipakai untuk mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing, jadi kita diharapkan untuk menjaga jarak fisik, bukan jarak sosial. (rny/kominfo)

Bagikan