Menu Close

Prosesi Nikah di Kantor dan Tempat Terbuka, Diikuti Maksimal 10 Orang

Demak – Seiring kian cepat dan berkembangnya penyebaran kuman corona virus disease 2019 (Covid-19) di seluruh wilayah Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, mengajak semua kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah kerjanya, bekerja sesuai  aturan pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Pemeritah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di tengah masyarakat. Seiring hal itu, setiap kepala KUA bersama jajaannya, memasang spanduk atau baliho bertuliskan ajakan kepada semua pihak, agar tidak melaksanakan acara berkumpul-kumpul (pesta nikah/keramian).

Secara teknis, ada empat poin yang ditulis dalam spanduk atau baliho, dan selanjutnya dipajang di setiap kantor (Balai nikah atau KUA). Empat poin itu adalah :

Pertama. Aqad nikah yang dilaksanakan di kantor (Balai Nikah atau KUA) maupun di luar kantor, maka dilaksanakan di ruang (tempat) terbuka atau berventilasi sehat.

Kedua Batasi jumlah orang yang hadir dalam proses aqad nikah di tempat (pada satu ruangan) dilaksanakan proses aqad nikah. Personil yang berada di ruangan dimaksud tidak lebih dari 10 orang, dan semuanya sarung tangan dan masker.

Ketiga, Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum memasuki ruangan, baik bagi calon pengantin (Catin), wali nikah, petugas, dan anggota keluarga yang ikut menghadiri. Calon pengantin yang dimaksud, adalah Catin laki-laki, Catin perempuan. Sementara anggota keluarga dimaksud juga pihak Catin laki-laki, dan dari pihak Catin perempuan.

Keempat, yaitu Dasar hukum dari penulisan kalimat yang dibuat di spanduk atau baliho. Selanjutnya spanduk atau dipajang di setiap kantor balai nikah atau KUA sesuai bunyi surat edaran yang di keluarkan Kementerian Agama Melalui Dirjen Bimas Islam. SE yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor. P-003/DJ.III/Hk.00-7/04/2020 tentang pelaksanaan protocol penanganan Covid-19 pada area publik di lingkungan Direktorat Jenderal (Dirjend) Bmbigan Masyarakat Islam ini, ada dan dipajang di setiap balai nikah atau KUA seluruh Indonesia.(AGP/rny/kominfo)

Bagikan