Menu Close

Vidcon dengan Ketua TPPKK Prov. Jateng, Upaya Mencegah Penyebaran Corona

Demak- Ketua Tim Penggerak PKK Demak,Hj. Suntari Natsir didampingi wakil ketua Hj Eni Susiani Joko Sutanto dan Nani Amrin Singgih Setyono melakukan video conference dengan Ketua TPPKK Propinsi Jateng Atikoh Ganjar Pranowo. Vidcon yang dilakukan Ketua PKK di Jawa Tengah ini dilaksanakan bersama TPPKK 34 kabupaten/kota lainnya. Adapun TPPKK Demak dalam dialog virtual ini dilakukan dari ruang Command Center, Selasa (7/4).

Diawali dengan penyampaian arahan oleh gubernur Ganjar Pranowo untuk seluruh TPPKK kabupaten/ kota di jawa tengah. Dalam arahanya Gubernur menginginkan para kader PKK untuk bisa melatih membuat masker bagi keluarganya. Dengan pemanfaatan kain yang ada di rumah. Kemudian menciptakan apotik hidup di pekarangan rumah atau lahan diperkampungan. Selanjutnya membantu pemerintah untuk mendata atau mencatat warga yang melakukan isolasi. Lebih lanjut gubernur menyarankan agar ibu-ibu yang berjualan dipinggir jalan/ pasar untuk berjualan di rumah atau diatur jarak untuk pembelinya.

Sementara Ketua TPPKK Provinsi Atikoh Ganjar Pranowo, saat memulai vidcon menanyakan telah menerima surat optimalisasi PKK pada kabupaten/kota, sebab dalam surat tersebut merupakan peran penting PKK dalam pencegahan virus corona. “Pada pandemi corona saat ini, kita tiadakan acara tatap muka bersama kader, tutorial atau pelatihan yang sifatnya tatap muka ditiadakan, Namun bisa dilakukan dengan cara lain” jelas Atikoh.

Peran TPPKK Lawan Corona

Pada kesempatan tersebut Istri Gubernur Jateng ini menyampaikan beberapa poin agar dapat dilaksanakan oleh TPPKK kb/ kota. ” Yang pertama tolong sampaikan pada kader untuk lebih banyak tinggal dirumah, Jangan keluar rumah kalo tidak urgen, namun bila terpaksa keluar rumah wajib pake masker”.
“Kemudian dalam upaya mencegah virus corona lakukanlah dengan COVID, yakni cuci tangan pake sabun, Olah raga dengan intensitas rendah, Vitamin dan gizi seimbang wajib dikonsumsi seperti Vitamin C dan E, Imunitas tubuh harus terjaga dengan baik dan meningkat dan terakhir do’a memohon kepada Allah agar selalu terhindar dari bermacam bahaya serta pandemi corona segera berakhir”, jelas Atikoh.

Ditambahkannya bahwa Jateng sebagai basis pemudik di lebaran perlu peran aktif kelompok dasa wisma untuk memantau, mendata, mengingatkan warga yang mudik agar melakukan isolasi diri dirumah selama 14 hari, bukan dimaksudkan diskriminatif namun demi kebaikan bersama. Perlu diketahui bagi seseorang ber imunitas tinggi dan tidak ada gejala ( tampak sehat ) memiliki potensi menularkan kepada orang lain dari virus yang dibawanya dari luar.

“Buatlah Tanaman apotik hidup seperti jahe, cabe, kunyit dan lainya, sebab tanaman tersebut bersifat menghangatkan badan dan menyegarkan”

Kemudian Atikoh juga berpesan untuk menjaga lingkungan keluarga terutama menghindari kejenuhan anak disaat libur sekolah untuk dapat mensiasati kebosanan anak dengan diajak bermain dirumah memanfaatkan kearifan lokal atau permainan tradisional tempo dulu.
Serta terapkan protokol kesehatan dirumah dengan cuci tangan, lepas sepatu diluar rumah, Ganti baju bila sepulang dari luar rumah lanjut mandi bila perlu 3x sehari. Jadi janganlah merasa diri kita bersih dan merasa terbebas dari covid, sebab kita tidak tahu siapa yang tertular dan siapa yang menularkan. (Elm/rif/Kominfo).

Bagikan