Menu Close

UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR BINTORO DEMAK

Demak,  30 April 2020 – Kebijakan terbaru dari Pemerintah Kabupaten Demak perihal Sosial physic distancing (jaga jarak social) di areal public seperti di pasar Bintoro Demak yang setiap pagi dimulai jam 00.00 WIB sudah banyak bongkar muat barang dan sayuran diperlukan pemikiran khusus agar warga yang datang dari luar kota tidak melakukan kontak langsung dengan warga demak. Warga demak yang sering berjualan di emperan pasar beresiko terhadap penularan covid-19 dari para bakul luar kota. Kebijakan itu tentunya diikuti dengan beberapa ruas jalan yang bermuara di depan pasar bintoro, karena penggunaan jalan kudus – semarang itu ditutup mulai jam 00.00 sampai jam 06.00 yang sebelumnya sampai jam 09.00 WIB. Kebijakan ini tertuang dalam SE Bupati Demak Nomor 440.1/9/2020 tentang Penataan dan Pembatasan Kegiatan Perdagangan di Kawasan Pasar Bintoro Demak.

Selain masalah adanya para bakul pendatang juga di tempat sebelumnya  para penjual di luar pasar dan di depan pasar bintoro kalau pagi hari biasanya sampai jam 06.00 kondisinya berdesak-desakan dan tidak mengindahkan protocol kesehatan atas penyebaran covid-19, sehingga pemerintah perlu memikirkan keselamatan para pedagang untuk tidak tertular atau menularkan covid-19. Pedagang pasar bintoro yang berjualan diluar kios/los dapat menempati dasaran yang disediakan Pemkab Demak,  yaitu di sepanjang jalan raya depan pasar bintoro dari mulai jembatan pecinan sampai dengan jembatan kracaan ada Sebanyak 110 dasaran. Kebijakan ini secara berkala akan dievaluasi agar tidak ada yang dirugikan terutama yang punya kios di dalam.

Penyebaran covid-19 di Demak kini sudah mulai mengkhawatirkan, pada tanggal 23 April 2020 dimana posisi positif covid-19 berjumlah 5 orang menjadi 17 orang dengan rincian di rawat di rumah sakit 7, isolasi di rumah 7, sembuh 1 dan meninggal 2. Kenaikan jumlah positif covid-19 sebetulnya bukan karena kesalahan data, tetapi kehati-hatian agar tidak ada dobel data di tingkat provinsi dan pusat, maka Dinkes Kabupaten Demak hanya melaporkan yang dirawat di RS Kalijaga Demak saja. (AGP_kominfo)

 

Bagikan