Menu Close

Tim SPBE Demak Ikuti Paparan Manajemen Risiko SPBE Oleh Kemen PAN-RB Via Vidcon

Demak –Paparan Manajemen Resiko SPBE AKSI sesi 2 dilakukan via video conference Kementerian PAN-RB dengan lembaga pemerintah pusat dan daerah se-Indonesia. Pemkab Demak yang diwakili tim SPBE kabupaten Demak mengikuti paparan tersebut diruang Comnand Center dilingkungan sekretariat Daerah, Rabu (13/5). Paparan aksi ke-2 ini dilakukan menyusul aksi yang ke-1 pada tanggal 6 Mei lalu. Hadir tim dari pusat Dr. Dadan Rahardian, Wakil I Rektor Bidang Akademik dan Rini Widyantini, selaku Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN-RB.

Pada kesempatan tersebut Dr. Eng. Imam Machdi AsDep Perumusan kebijakan dan koordinasi penerapan SPBE menyampaikan materinya dengan overview AKSI I SPBE tentang kerangka kerja manajemen risiko SPBE yang mengacu pada Cobit 5.0 dan ISO 31000 : 2018. Kemudian mengenalkan tentang risiko positif dan risiko negative dalam sebuah sistem. Adapun Proses manajemen risiko SPBE yang terbagi menjadi 3 tahapan yaitu penetapan konteks, penilaian risiko SPBE dan penanganan risiko SPBE.

Nara sumber Puspita Kencana Sari Tim Perumus & Dosen Fak Ekonomi Bisnis Universitas Telkom membahas tentang Penetapan Konteks Proses Manajemen Risiko SPBE. Dalam paparannya, Puspita menyebutkan ada 10 tahap penetapan konteks proses manajemen risiko SPBE diantaranya inventarisasi informasi umum, identifikasi sasaran SPBE, penentuan struktur pelaksana manajemen risiko SPBE, identifikasi pemangku kepentingan, identifikasi peraturan perundang-undangan, penetapan kategori risiko SPBE, penetapan area dampak risiko SPBE, penetapan kriteria risiko SPBE, analisis risiko SPBE dan level risiko SPBE dan yang terakhir selera risiko SPBE.

Sedangkan Perwita Sari Koordinator Perumusan Kebijakan Kementerian PAN Kementerian PAN-RB membahas tentang Penilaian Risiko SPBE. “Penilaian risiko SPBE dibagi menjadi 3 (tiga) proses yaitu identifikasi risiko SPBE, analis risiko SPBE dan evaluasi risiko SPBE yang masing-masing dinilai dari sudut pandang kebijakan dan TIK”, demikian penjelasan dari Perwita.

Selanjutnya direncanakan setelah paparan AKSI ke-2 ini akan dilanjutkan dengan paparan AKSI ke-3 pada pertemuan mendatang.(rny/kominfo)

Bagikan