Menu Close

PEMUDIK DESA KARANGSONO KOOPERATIF DIKARANTINA

Demak, 21 Mei 2020-Sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Demak, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020, diadakan pemantauan serentak di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Demak dengan sampel 14 desa dan terbagi dalam 4 Tim pemantau/monitoring rumah isolasi bagi pemudik di masing-masing desa. hal ini dilakukan untuk mengantisipasi para perantau yang berasal dari daerah wabah corona dengan zona merah pulang ke kampung masing-masing di wilayah Kabupaten Demak untuk tidak langsung berbaur dengan keluarga dan masyarakat desa tanpa adanya isolasi atau karantina terlebih dahulu sebagai tindakan preventif agar tidak terjadi kasus corona baru di Kabupaten Demak.

TIM 4 yang dikoordinatori oleh plt. Asisten 3 Sekda Kabupaten Demak pada saat melakukan monitoring di desa Karangsono Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, mendapat penjelasan dari Kepala Desa Karangsono, bahwa lokasi yang dipakai untuk mengisolasi pemudik di Desa Karangsono adalah bangunan yang akan dipakai sebagai pasar desa. pada awal kasus korona sekitar bulan april sampai bulan mei sudah dipakai untuk mengisolasi 23 orang, sekarang masih ada 8 orang yang diisolasi/karantina. Para pemudik di dominasi dari jawa barat da nada satu orang pulang dari bekerja di itali ini sangat kooperatif untuk dilakukannya isolasi/karantina yang diadakan oleh desa. Desa memberikan fasilitas tempat tidur dan kebutuhan sehari-hari seperti untuk kebutuhan makan, mandi dan yang lain.

Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo menyatakan bahwa, semua desa yang ada di Kecamatan Mranggen sejumlah 19 desa, semua telah menyiapkan tempat isolasi/karantina bagi pemudik. Memang diakui tidak semua pemudik mau dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh desa, mereka memilih untuk karantina mandiri. Khusus di desa Karangsono ini, para pemudik semua rela dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh desa, yaitu di bangunan kios bakal pasar desa ini. Ini lebih tepat karena tim gugus tugas pencegahan penyebaran covid-19 tingkat desa lebih mudah menjaga dan memastikan bahwa para pemudik betul-betul melakukan protocol kesehatan yang sudah ditentukan. Sehingga setelah dikarantina selama 14 hari, mereka akan kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat.

Wiwin Edi Widodo menambahkan, Kecamatan Mranggen juga mendapatkan bantuan paket sembako dari Goory mall 300 paket dan APD 80 buah, Rahayu Mall 300 paket, perkumpulan pengusaha mranggen 210 paket yang semuanya disalurkan ke 19 desa yang ada di Kecamatan Mranggen. Ada juga bantuan sebanyak 60 paket sembako dari IKAPTK ( Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan ) jawa tengah disalurkan ke pondok yatim piatu, penghuni karantina di desa Karangsono dan Sumberejo serta warga disekitar Kantor Kecamatan Mranggen. (agp_kominfo)

Bagikan