Menu Close

Onthelis Kosti Demak Ramaikan New Normal Minggu Pagi

Demak- Puluhan ontelis dari beberapa club sepeda tua yang tergabung dalan Komunitas Sepeda Tua Indonesia Demak ( kosti) menyambut new normal dengan ngonthel bareng keliling kota. Puluhan sepeda tua terparkir rapi di depan seputar simpang enam depan Masjid Agung Demak. Komunitas onthel yang sempat vakum kurang lebih 3 bulan selama pandemi Covid-19 ini kembali exis diawal new normal. Selain menjalin silaturahmi antar club juga berhalal bil halal. Meskipun demikian setiap anggota tetap memperhatikan protocol kesehatan covid-19, dengan tetap memakai masker, tanpa jabat tangan dan disediakan handsanitizer.
Hal ini disampaikan Humas kosti Demak Rudy ryan .

” Club ontelis berkumpul menjalin silaturahmi dan berhalal bil halal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, meskipun ditengah suasana wabah nasional dan kami merasa senang dengan penerapan new normal oleh pemerintah. Selain itu juga sebagai sarana olah raga ringan untuk menjaga imun tubuh dan kebugaran” jelas Rudy.

Melestarikan budaya

” Ngonthel bareng seperti ini merupakan giat rutin tiap minggu pagi namun terhenti selama pandemi. Jadi ngonthel perdana ini juga bertujuan untuk mengenalkan transportasi sejarah dan budaya bersepeda di kota wali” tambahnya.

“Ngonthel bareng tidak hanya membuat orang sehat karena olahraganya. Tetapi, akan memberi dampak kepada lingkungan yang bebas polusi. Sehingga mengurangi polusi udara dan bersepeda lawas dapat menjadi faktor penunjang dalam melestarikan budaya.

Ketua Organisasi Genjot lawas Demak ( Oglek) Sunu Dwi Sudarso turut menyampaikan ada beberapa club yang turun kejalan untuk menyambut new normal. ” Ada sekitar 3 club yang turut ngonthel bareng dari 9 club yang ada. Sebab kalo semua club hadir justru terjadi pelanggaran PSBB karena sekitar 250 orang. Untuk antisipasi akumulasi massa ontheilis kita sarankan setiap club bisa melakukan diwilayah masing masing”. Jelas Sunu.

Ditambahkannya bahwa 9 club yang tergabung di kosti Demak tersebar di beberapa kecamatan. Sehingga untuk giat ngonthel dilakukan mandiri.
Diseputar simpang enam Sederet sepeda
onthel lawas pabrikan mancanegara terlihat terparkir di lokasi tersebut. Sesaat kemudian bergerak keliling kota dan berakhir transit di salah satu anggota.(kominfo)

Bagikan