Menu Close

KEBIJAKAN PEMKAB DEMAK MELAWAN COVID-19

Demak – Kabar Demak yang menjadi salah satu dari tiga daerah dengan zona merah virus corona langsung menjadi trending di media massa dan media sosial.
Selasa, 16 Juni 2020 Sekda Kab.Demak dr.Singgih Setyono, M.Kes memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut kepada rekan-rekan wartawan di ruang tunggu kantor Sekda Kab.Demak. “Pada awalnya memang penyebaran covid-19 di Demak disumbang dari penularan di luar daerah, namun sekarang penularan sudah melalui transmisi lokal (dari dalam Demak sendiri)”, demikian disampaikan oleh Singgih.
Konferensi pers Sekda Demak ini merupakan jawaban dari keingintahuan publik mengenai respon Pemkab Demak menanggapi pernyataan Gubernur Jateng. Seperti dilansir pada portal media massa DetikNews. Dalam berita yang dimuat, Senin, 15 Juni 2020 ditemui di kantor Gubernur Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah yang tergolong zona merah virus corona (covid-19) yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang. Gubernur mengirimkan surat terkait penanganan corona untuk tiga daerah tersebut.
“Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Demak langsung mengambil langkah nyata seperti pembatasan kegiatan di Simpang Enam pada Hari Jum’at sampai dengan Senin, pembatasan jam operasional pasar hanya sampai jam 12.00 setiap harinya, dan penindakan pada masyarakat yang masih membandel”, jelas Singgih.
Meski sudah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat, ia tetap meminta agar warga Demak membantu Pemkab untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan, yaitu dengan tetap selalu pakai masker kalau keluar rumah, selalu menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari kerumunan serta selalu mencuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan pekerjaan. “Dengan disiplin melakukan 3 hal tersebut kita sudah mengurangi tertularnya covid-19 sampai 90%”, pungkasnya. (AGP/rny/kominfo)

Bagikan