Menu Close

Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020, CME Harus Terus Berinovasi

Demak – Senin, 27 Juli 2020 menjadi hari yang mendebarkan bagi Pemkab Demak khususnya Puskesmas Bonang II. Pada hari ini dijadwalkan KEMENPANRB mengumumkan hasil seleksi Top 45 dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Melalui kanal youtube KemenpanRB, pengumuman dibacakan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa selaku Ketua Sekretariat Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

Tim Panel Independen KIPP 2020 telah melakukan seleksi terhadap Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020. Tahap presentasi dan wawancara dilaksanakan pada tanggal 29 Juni sampai 16 Juli 2020 melalui aplikasi Zoom. Mengingat pandemi covid-19 yang masih belum mereda hingga saat ini, maka salah satu penilaian yaitu verifikasi dan observasi lapangan yang sedianya dilakukan setelah tahap presentasi dan wawancara, terpaksa ditiadakan. Hasilnya didapat Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service 2020.

Kabupaten Demak melalui Puskesmas Bonang II dengan inovasinya Cengkeraman Mata Elang (CME) berhasil masuk ke dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 192 Tahun 2020. Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Menurut Diah Natalisa setelah menyampaikan pengumuman, “Menjadi top dan pemenang dalam KIPP bukanlah tujuan akhir dari inovasi. KIPP hanyalah suatu sarana untuk menjaring, mendokumentasikan dan mempromosikan inovasi, saling berbagi dan tukar pengetahuan tentang inovasi pelayanan publik dan memotivasi penyelenggara pelayanan publik.”

“Teruslah berinovasi karena tujuan berinovasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang merupakan bagian dari reformasi birokrasi di Indonesia”, tambah Diah.

Kasubbag Pelayanan Publik dan Tata Laksana Bagian Organisasi, Sulistyowati ditemui di meja kerjanya menyampaikan, “Inovasi Pelayanan Publik Cengkraman Mata Elang adalah bentuk pelayanan public untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Demak yang sampai hari ini masih cukup tinggi. Kita bersyukur inovasi ini mendapatkan apresiasi tingkat nasional, untuk selanjutnya penyerahan penghargaan dan sebagainya masih menunggu informasi lebih lanjut, karena masih dalam masa pandemi covid”. (rny/agp/kominfo)

Bagikan