Menu Close

Satu Data Dukung Demak Smart City, Wujud Kabupaten Informatif

Demak – “Without Data, Development is Nothing”, istilah tersebut menjadi slogan pemicu semangat Pemkab Demak untuk mewujudkan Satu Data Demak. Hal ini terungkap saat berlangsung rakor dan evaluasi satu data yang Bertempat di Ruang Command Center Kabupaten Demak, kamis (27/8/20) lalu. Hadir dan mengikuti rakor melalui vidio conference tersebut seluruh OPD dan Organisasi Sosial di Kabupaten Demak.

Dari ruang comand center Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Singgih Setyono, didampingi seluruh Asisten sekda, Kepala BPS Kabupaten Demak dan perwakilan dari Bappeda Litbang sebagai narasumber.

Rapat evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari Desk Data yang dilakukan oleh OPD dengan Dinkominfo sebagai leading sektornya.
Kadinas Kominfo Endah Cahya Rini mengatakan, “Selama ini OPD melakukan desk data yang bertujuan menyatukan persepsi tentang jenis data sektoral yang mereka punya dengan jenis data yang dibutuhkan untuk membangun Big Data sesuai di Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).”

“Setelah desk data, OPD mempunyai waktu 2 minggu untuk mengumpulkan data sektoral yang mereka punya yang sesuai dengan SIPD melalui aplikasi Open Data.
Dan hari ini merupakan evaluasi pertama setelah desk data. Selanjutnya akan menjadi agenda rutin untuk dilaksanakan evaluasi data semacam ini untuk mengetahui progress terkumpulnya data yang dibutuhkan”, lanjut Endah.

Sekretaris Daerah, Singgih Setyono menyampaikan, “Berbicara tentang data bukan merupakan perkara yang mudah, jadi perlu keseriusan dan komitmen bersama untuk mewujudkan satu data ini”.

Singgih sangat mengapresiasi antusiasme OPD beserta Organisasi Sosial Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak yang dengan semangat mengikuti acara vidcon ini. Hal ini memunculkan optimisme Pemkab bisa mewujudkan Satu Data Demak dalam waktu dekat.

Dalam acara ini disebutkan satu persatu progress prosentase pengumpulan data OPD. Zona hijau untuk OPD yang datanya sudah terpenuhi 90% – 100%, kuning untuk 50% – 89%, serta merah untuk OPD yang kurang dari 50%. Rata-rata prosentase pengumpulan data OPD berada di angka 50% – 100%, namun juga masih ada yang di bawah 50%. Progress ini disebutkan agar pimpinan OPD mengetahui sejauh mana kebutuhan data mereka terpenuhi, sehingga bisa diambil langkah-langkah strategis agar bisa mencapai 100% secara keseluruhan. Ini yang menjadikan antusiasme para admin OPD dan pimpinannya untuk mengetahui terpenuhinya data mereka berada di zona hijau, kuning atau merah.

Sebelum acara berakhir Endah Cahya Rini menambahkan, “Kita bersama membangun satu data Demak dengan cara, komitmen pimpinan OPD, forum lintas sektoral, kepedulian/respon akan pentingnya data, dukungan sarana dan prasarana untuk admin data, serta motivasi untuk para admin data”.

Sapto Harjuli Wahyu Kepala BPS , mengaku pihaknya siap mendukung program ini, sebab dengan terwujudnya Satu Data Demak diharapkan kesulitan mencari data apapun tak lagi terjadi, sehingga untuk kepentingan pembangunan daerahpun bisa dengan mudah mendapatkan data tersebut.(kominfo/rny/rd).

Bagikan