Menu Close

SIPAGARDAYA APLIKASI UNTUK INFORMASI SITUS CAGAR BUDAYA

Demak – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Demak, menyelenggarakan rapat koordinasi pendataan situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Demak, Kamis (10/09/20). Hadir dalam rakor tersebut Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman.

Ahmad Nur Azizul Miftah Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah menyampaikan , “Pendataan situs-situs bersejarah ini dilakukan dalam rangka mendukung visi misi Kabupaten Demak yaitu terwujudnya masyarakat Demak yang agamis, lebih sejahtera, mandiri, maju, kompetitif, kondusif, berkepribadian, dan demokratis.”

Terdapat 4 sektor unggulan pemkab yaitu pertanian, kelautan dan perikanan, UMKM dan pariwisata. Cagar budaya dan situs bersejarah masuk ke dalam sektor pariwisata.

Sekretaris Bappeda Litbang, Amir Mahmud berharap, “Situs-situs yang berpotensi agar bisa dipromosikan dan di-blow up ke masyarakat luas supaya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah.”
Pendataan situs-situs bersejarah ini dilakukan dengan cara pengembangan sistem informasi berbasis peta spasial (GIS) untuk mengetahui persebaran situs-situs bersejarah di Kabupaten Demak yang nantinya bisa diakses menggunakan perangkat teknologi informasi.

Proses pendataan dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan, termasuk dengan pengambilan gambar 3600 ada petugas yang langsung turun ke lapangan, jadi hak cipta foto milik Kabupaten Demak, bukan ambil/milik google.
Sistem Informasi ini dikenal dengan nama aplikasi SIPAGAR DAYA (Sistem Informasi Pendataan Cagar Budaya).

Dalam hal ini Dinkominfo berkontribusi untuk penyediaan hosting server aplikasi.
“Diharapkan, OPD yang terlibat dalam pekerjaan ini bisa memberikan kontribusi untuk bersama-sama mewujudkan visi misi Kabupaten Demak ini melalui pendataan situs bersejarah, bukan hanya pendataannya tapi berlanjut ke perawatannya”, tambah Amir.
(kominfo/rny/rd)

Bagikan