Menu Close

Siswa Push Up Resiko Terkena Razia Tidak Bermasker

Demak- Beberapa siswa SMA N 1 Karanganyar terjaring razia yustisi protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker saat pulang sekolah. Mereka terjaring Operasi tidak jauh dari tempatnya bersekolah, bagi mereka yang terkena razia diberikan sangsi push up dan menandatangani pernyataan untuk taat mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Yustisi Masker digelar oleh tim lX SPDP bersama Satgas Kecamatan Karanganyar, polsek, koramil, satgas , satgas desa Wonorejo. Selasa, (22/09/20).
Sejumlah siswa yang terjaring tidak bersamaan, mereka terjaring saat berboncengan untuk pulang kerumah.

Saat ditanya Mereka tidak menyangka jika hari ini ada razia, sehingga tidak mengenakan masker.
” Sebenarnya saya bawa masker pak, tapi ada disaku celana lupa memakainya” Kilah satu siswa sambil mengeluarkan masker dari saku celananya.

Koordinator tim SPDP Rudy ryan mengatakan, tidak ada alasan untuk pelanggar disiplin protkes dan mereka tetap diberikan edukasi dan pembinaan sehingga dapat mematuhi protokol kesehatan.
” Dalam operasi yustisi tim tidak hanya bagi bagi masker saja, namun lebih mengarah pada edukasi dan sosialisasi perbub nomor 68 tahun 2020. Langkah preventif ini dilakukan agar warga lebih patuh dan tidak kena sanksi yang lebih berat dikemudian hari. ” Jelas Rudy

Ditambahkan bahwa dalam perbub tersebut disebutkan bagi warga cukup umur yang melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai Pasal 9 Perbup Demak No 68 Tahun 2020, berupa teguran lisan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menghafal Pancasila, membaca Al-fatihah bagi yang beragam muslim, menulis surat pernyataan untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, kerja sosial membersihkan tempat publik atau tempat ibadah, atau denda administrasi sebesar Rp250.000, hingga penyitaan KTP.( kominfo/ rd).

Bagikan