Menu Close

Calon Peserta Jalani Tes Swab, Sebelum Melakukan Pelatihan TIK

Demak – sebanyak 60 calon peserta pelatihan sertifikasi bidang TIK berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) menjalani tes swab yang merupakan syarat wajib bagi peserta sebelum mengikuti pelatihan tersebut. Pelaksanaan tes swab dilaksanakan di halaman belakang Dinas Komunikasi dan Informatika Demak, Rabu (07/10/20).

Sebelum dilakukan tes mereka di wajibkan mengisi mengisi formulir penyelidikan epidemiologi. Adapun pelaksana swab dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Kasi Survey Line, Subandi koodinator pelaksana tes swab di depan peserta pelatihan menyampaikan, bahwa saat ini Demak masih berstatus zona kuning sehingga masih memberlakukan secara ketat protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“dimasa pandemi seperti ini kita tetep mewaspadai penyebaran Covid-19 terhadap orang yang berstatus OTG, jadi jangan merasa percaya terhadap teman atau orang sekitar bahwa mereka orang yang bersih dari virus, karena virus ini hanya dapat di lihat melalui tes swab”,ujarnya.

Subandi menambahkan, semisal dalam tes ini ditemukan peserta positif Covid-19, mereka harus melakukan karantina di rumah masing-masing. Nantinya akan di pantau oleh puskesmas setiap harinya dengan mengirimkan chat via WA. Setelah hari ke-10 akan dilakukan pemeriksaan kembali dan jika sudah bersih, akan di berikan surat keterangan dari puskesmas.

Adapun pelatihan sertifikasi bidang TIK berbasis SKKNI diselenggarakan oleh BPSDM Kominfo Yogyakarta. Sedangkan Dinkominfo Kabupaten Demak memfasilitasi untuk perekrutan dan pelatihan di Wilayah Kabupaten Demak.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan selama 5 hari yang rencananya akan dilakukan pembukaan pelatihan pada tanggal 12 Oktober 2020 di Gedung Ghradika Bina Praja minggu depan.

Dari jumlah 60 peserta mereka di kelompokkan dalam 3 skema pelatihan yakni, junior web developer, junior office operator dan junior graphic design.

Kepala Dinkominfo Kabupaten Demak Endah Cahyarini melalui Sekretaris Dinasnya Indrijantoro Widodo mengatakan, “ada 2 orang peserta pelatihan yang sudah hadir dan mendaftar untuk tes swab namun tidak jadi mengikuti untuk diambil sempel lendirnya, hal ini karena salah satu dari mereka sudah menjalani swab dan masih proses menunggu hasil. Kemudian 1 lagi yang gagal diambil sempelnya dengan beralasan masih menjalankan puasa”, ungkap sekdin. (kominfo/ ist/rd)

Bagikan