Menu Close

Sekda Evaluasi PAD Demak Triwulan III Tahun 2020

Demak – Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan penerimaan yang berasal dari sumber-sumber di dalam wilayah suatu daerah tertentu, dan dipungut berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia yaitu Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Pemerintah Daerah harus dapat meningkatkan PAD tanpa melanggar norma-norma dengan cara mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Jumat (9/10/2020) bertempat di gedung Ghradika Bina Praja digelar kegiatan Evaluasi PAD Demak Triwulan III Tahun 2020 dipimpin oleh Sekretaris Daerah Singgih Setyono, dan dihadiri Plt BPKPAD Suhasbukit, Plt Asisten II Guvrin Heru Putranto, Plt Asisten III Hadi Waluyo, Kepala OPD pengelola pendapatan daerah, dan Direktur Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Demak.

Sekda menjelaskan bahwa PAD Kabupaten Demak tahun 2020 terbagi dalam empat jenis pendapatan, yakni pajak daerah sebesar Rp 137.828.340.625 (37,45%), retribusi daerah Rp 25.855.393.800 (7,03%), hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 20.579.318.511 (5,59%), serta pendapatan asli daerah yang sah yang lainnya Rp 183.728.751.486 (49,93%).

Adapun komposisi PAD Demak dalam APBD 2020 hanya sebesar 17% dari total APBD senilai Rp 2.168.957.061.579. Untuk realisasi PAD per 8 Oktober 2020 sebesar Rp 347.557.255.518 (94,45%).

Melihat capaian tersebut, Sekda menyampaikan apresiasi kepada para Kepala OPD yang berhasil melebihi target PAD yang ditetapkan. Diantaranya untuk RSUD Sunan Kalijaga dari target Rp 110.000.000.000 hingga tanggal 8 Oktober 2020, telah terealisasi penerimaan sebesar Rp 117.778.301.404 (107,07%). Dinas Kesehatan dari target Rp 75.107.900 terealisasi Rp 85.028.500 (113,21%). Untuk Dinkominfo penerimaan retribusi menara telekomunikasi dari target Rp 827.677.500 telah teralisasi Rp 845.079.770 (102,10%).

Namun demikian adapula beberapa OPD yang penerimaan PAD-nya masih jauh dari target yang ditetapkan, diantaranya Dinas Pariwisata. Target PAD Dinparta sebesar Rp 1.520.428.000 per tanggal 8 Oktober baru terealisasi Rp 336.326.000 (22,12%). Dinputaru target PAD Rp 30.000.000 terealisasi Rp 9.700.000. Pihak Dinparta mengatakan bahwa penerimaan PAD masih jauh dari target dikarenakan adanya pandemi Covid-19, misalnya saja komponen penerimaan taman parkir area wisata. “Selama pandemi ini tempat wisata masih ditutup, jadi tidak ada pemasukan dari area parkir wisata dan retribusi tempat wisata,” jelas Kurnia, Sekretaris Dinparta.

Sekda berharap agar beberapa OPD yang belum mencapai target pada triwulan III bisa memenuhinya pada triwulan IV nanti. “Masih ada waktu hingga akhir tahun ini, semoga semua target PAD dapat tercapai,” tegas Sekda. (Kominfo/Dsy)

Bagikan