Menu Close

Guntur Terus Upayakan Penurunan Angka Stunting

Demak – stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Stunting pada umumnya di sebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Balai penyuluhan KB Kecamatan Guntur melaksanakan kegiatan penanganan stunting di aula Kantor Kecamatan Guntur, selasa (13/10/20). Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid KBK dan KK Maftukah Kurniawati, Camat Guntur Ali Mahbub, PKM 1 Guntur dr. Rokhis Saidah, dan Korlap BPKB Guntur Gunardi Sapto Purnomo.

Sebelum kegiatan di mulai tim melakukan monitoring pendistribusian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ke Posyandu. Maftukah Kurniawati Kabid KBK dan KK menyampaikan, PMT yang diberikan harus di konsumsi oleh anak stunting, bukan untuk yang lain. Agar anak stunting tersebut segera bisa tumbuh normal.
“ini merupakan upaya untuk menurunkan stunting dengan memberikan dana PMT pada anak sejumlah Rp. 10.000 setiap harinya selama 120 hari”, ungkapnya.

Camat Guntur Ali Mahbub menyampaikan, agar penanganan stunting di kecamatan Guntur ini berhasil maka, diperlukan kerja sama yang kompak antar lintas sektor dan harus dipantau dan dievaluasi.

Berdasarkan data DKK tahun 2020, angka stunting di Demak berjumlah 407 tersebar di 7 Kecamatan (Guntur, Wonosalam, Dempet, Demak, Bonang, Gajah dan Karangawen) dan 10 desa (Guntur, Sidomulyo, Kedungori, Donorejo, Kembangan, Betahwalang, Gedangalas, Boyolali, Sambiroto dan Bumirejo)

dr. Rokhis Saidah menambahkan, dia memberikan pesan kepada ibu hamil tentang pentingnya 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dimana hal ini merupakan penentu terhadap tumbuh kembang anak sehingga diharapkan anak yang lahir nanti tidak stunting(kominfo/ist)

Bagikan