Menu Close

DISEPAKATI MAKAM SYAIKH MAULANA ALBAR DIKELOLA DUA DESA MUTIH KULON DAN TEDUNAN

Demak – Telah disepakati dua belah desa melalui Pemerintah Desa Mutihkulon dan Pemerintah Desa Tedunan terkait pengelolaan makam Syaikh Maulana Albar. Hal ini terungkap dalam musyawarah bersama terkait keberadaan makam syeikh Maulana Albar. Yang posisinya berada di antara 2 desa tersebut.

Dalam musyawarah kedua desa tersebut pokok bahasan mengenai posisi makam dan pihak mana yang berhak untuk mengelola makam tersebut.
Informasi dari desa Tedunan, mereka merasa memiliki makam tersebut karena berdasarkan sejarah dari cerita para sesepuh desa Tedunan, Syaikh Maulana Albar merupakan kepunden dari masyarakat 5 Desa yakni Mutihkulon, Desa Tedunan, Desa Kendalasem kecamatan wedung dan Desa Serangan serta Desa Betahwalang kecamatan Bonang.

Sehingga berkaitan dengan haul Syaikh Maulana Albar yang diadakan tiap tahunya diselenggarakan bersama oleh 5 Desa tersebut.

Musyawarah yang dihadiri Camat Wedung Mulyanto, Kasie P2 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Anzirwan, Kades Mutihkulon Inwanul Falah dan perangkatnya, Kades Tedunan HM. Zaenal Afif, dan perangkatnya, perwakilan warga dua desa serta pihak keamannan Polsek da Koramil Wedung.

Dalam musyawarah disepakati bahwa makam Syaikh Maulana Albar berada pada wilayah netral sehingga dapat dikelola oleh kedua Desa. Sedangkan pengembangan makam bisa dilakukan kedua belah pihak namun status pembangunannya tidak boleh mencantumkan identitas desa masing-masing. Kemudian untuk Kepengurusan pengelolaan makam melibatkan kedua desa tersebut.

Camat wedung Mulyanto berpesan agar warga masyarakat kedua desa, untuk tetap saling menghormati satu sama lain agar kamtibmas aman dan kondusif. Dan hasil musyawarah telah diputuskan sehingga seluruh pihak bisa saling menjaga keputusan bersama tersebut. ( kominfo/Muin/rd).

Bagikan