Menu Close

Dibutuhkan Komitmen Dalam Mewujudkan Gerakan Smart City

Demak – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak melakukan rapat evaluasi program pelaksanaan smartcity. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Ghradhika Bina Praja, Senin (26/10/20). Hadir dalam rapat tersebut Sekda Demak Singgih Setiyono, Assiten I Ahmad Nur Wahyudi, Asisten II Guvrin heru Putranto, serta pimpinan OPD yang terkait dengan rencana aksi smart city.

Sekda Demak Singgih Setiyono saat memberikan sambutan pembukaan menyampaikan, tujuan rapat ini untuk mengevaluasi program kegiatan dan rencana aksi smart city yang belum maximal. ” Untuk lebih cepat dan maximal saya harapkan pada akhir November dapat tercapai. Pada renaksi jangka pendek sudah tercapai sebesar 96,67% dari 6 pilar yakni Smart Govermance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment”.

“Ada 1 program yang belum terlaksana pada pilar Smart Environment terkait data base sungai belum selesai untuk Dinputaru, ini yang membuat angka presentase kita baru mencapai 96.76%”, tambah Sekda.

Untuk renaksi jangka menengah sudah tercapai 83.17%.
“OPD terkait mohon lebih di perhatikan. Dinputaru pada program jaringan jalan menuju daerah tempat wisata masih rusak, seperti di Istanbul. Untuk Dinparta pada program komunitas peduli sungai dan gerakan bersih bersih kali”, jelasnya.

Singgih berharap dengan adanya program smart city dapat memberikan kemudahan layanan pada masyarakat khususnya yang tinggal di Demak. Untuk itu pada OPD yang terkait dapat lebih berinovasi pada programnya, sehingga menjadi lebih mudah, murah, cepat, berkualitas, dan ter publikasikan.

Sementara Kadinas kominfo Endah Cahyarini juga menyampaikan, ” Dibutuhkan adanya kerjasama dan komitmen pimpinan OPD untuk segera merealisasikan gerakan ini, karena waktunya sudah sangat mendesak. OPD dapat men cermati kegiatan yang sudah di sampaikan baik jangka pendek, menengah dan panjang karena akan ada revisi masterplan” Terang Endah.

“Sangat disayangkan ketika kita sudah melakukan kegiatan tapi kegiatan itu tidak tercatat dalam renaksi smart city sehingga akan sia sia yang telah dikakukan” Tambah Endah. (kominfo/ist/rd)

Bagikan