Menu Close

Mengenalkan Mahallul Qiyam Melalui Lomba

Demak- Dalam memperingati Hari Santri Nasional tahun 2020 beberapa waktu lalu, Pemerintah kabupaten Demak melalui Kantor Kesbangpol yang bekerjasama PCNU Demak telah menggelar lomba
Mahallul Qiyam. Dalam gelaran lomba tersebut telah terpilih melahirkan juara 1 hingga 3, dan masing masing telah mendapatkan hadiah dari panitia.

Mahallul Qiyam merupakan aktifitas yang ada dalam kegiatan rutin umat Islam Ahlussunnah dalam pembacaan kitab-kitab maulid nabi Muhammad dan lain sebagainya. Dan biasanya dibacakan bersama jamaah dengan berdiri ketika membaca shalawat. Hal ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dari umat muslim kepada Nabi Muhammad SAW .

Agus Herawan kepala kantor kesbangpol melalui staf Rifah Senin( 23/11/20) mengatakan, diadakannya lomba tersebut selain untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional juga sebagai bentuk penghormatan kepada Rosul dan syiar agama saat peringatan hari santri. Sedangkan Lomba yang dilaksanakan diikuti sebanyak 60 peserta tersebut dan melahirkan tiga juara.

” Lomba yang telah diselenggarakan tersebut melahirkan juara 1 dari Grup Ussyaaqul Mustofa Kota Wali desa Karangrowo. Kemudian disusul Majlis Mustofa dari Sayung juara 2 dan MTs Al Irsyad Al Mubarok Gajah sebagai juara ketiga” jelas Rifah.

Mengutip sambutan bupati HM Natsir saat penyerahan hadiah lomba mengatakan, Kabupaten Demak merupakan daerah yang sangat kental unsur religinya sehingga untuk mengembalikan kejayaan tersebut oerlu terus digiatkan pembangunan bidang keagamaan. Salah satun nya diselenggarakannya lomba mahalul qiyam merupakan upaya yang tepat.

“Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya menerapkan nilai-nilai agama dalam setiap sendi kehidupan. Oleh karena itulah tepat kiranya diadakan lomba mahalul qiyam, mengingat mahalul qiyam merupakan cara yang diwariskan ulama pendahulu untuk mensyiarkan agama Islam dan menghormati Nabi Muhammad” jelas Bupati.

Bupati menambahkan hal ini selaras dengan apa yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga dalam menyebar luaskan agama Islam di bumi Kota Wali.

“Penting kiranya, generasi penerus kita bisa melakukan berbagai upaya untuk melestarikan kebudayaan dan mengembalikan kejayaan Demak”. Pungkasnya.( kominfo/rd)

Bagikan