Menu Close

Peningkatan Kasus Covid-19, Dipicu Melemahnya Kewaspadaan Masyarakat

Demak – Adanya Perubahan perilaku masyarakat yang sulit dikendalikan di masa pandemi ini memicu terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Salah satu penyebab naiknya penyebaran kasus Covid-19 timbulnya kejenuhan masyarakat untuk berdiam diri dirumah, sehigga masyarakat mulai melepaskan kejenuhan dengan melakukan aktifitas seperti biasa serta kewaspadaan yang menurun dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Berdasarkan informasi dari media menyebutkan cluster rumah tangga menempati posisi teratas penularan Covid-19 dengan rate 31 % dengan tingkat kematian tinggi rata-rata berjenis kelamin pria. Dalam sepekan terkhir paska libur panjang terjadi peningkatan jumlah kasus di beberapa daerah, tidak hanya di Kabupaten Demak saja. Hal ini terjadi karena kewaspadaan masyarakat melemah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Demak Singgih Setyono saat memaparkan presentasinya dalam webinar penanganan Covid-19 yang bertemakan “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat”. Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui zoom meeting dari ruang Command Center, kamis (03/13/20) juga menghadirkan nara sumber kepala dinas kesehatan Guvrin Heru Putranto.

Webinar yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual melalui zoom metting dengan moderatator Kadinkominfo Endah Cahyarini tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan OPD , Kepala Puskesmas, Pimpinan Instansi Vertikal serta Kepala BUMN dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Demak dari unit kerja masing-masing.

“Perlu di perhatikan pemakaian hand sanitizer tidak boleh lebih dari 5 kali secara terus menerus, karena fungsi dari hand sanitizer tidak akan efektif. Lebih bangus kalau kita selalu mencuci tangan dengan sabun”, jelas Singgih.

Dijelaskan, tidak mudah untuk menyakinkan masyarakat tentang keberadaan Covid-19, masyarakat akan sadar jika ada keluarganya yang terkena sendiri. Maka dari itu diperlukan banyak relawan untuk menyadarkan dan mengedukasi mereka agar bisa tersentuh.

Sementara Kadinkes Guvrin Heru Putranto dalam presentasinya menyampaikan, imunisasi dan vaksinasi tidak melindungi 100 %, kerena perlu dilakukan pula 4M (Memakai masker, Mejaga Jarak, Mencuci tangan dan Menghindari kerumunan) dan 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment) agar berjalan beriringan.

“Secara teori melakukan vaksinasi, 4M dan 3T akan dapat mecegah penyebaran Covid-19 sebesar 99%”, ungkapnya.

Pada sesi tanya jawab ditanyakan oleh petugas puskesmas Guntur tentang adanya orang yang enggan menjalani test sweb meskipun yang bersangkutan telah melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari salah satu Guru SMP 2 Sayung , Gunadi yang menanyakan agar tubuh kebal menghadapi virus korona.

Untuk pertanyaan pertama Sekda memberikan jawaban, akan dilakukan pendekatan dengan mengajak pihak-pihak yang mampu menekan, seperti anggota TNI, Polri Satpol PP. Juga diberikan edukasi bahaya Covid-19 bagi orang disekitarnya.

Sementara Kadinkes menjawab pertanyaan Gunadi , “cara yang bagus untuk menghadapi korona yakni memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan imun, mematuhi 4 M, makan makanan sehat, minum cukup, olahraga teratur dan kelola stress”. Jawab Guvrin.

Sebelum webinar berakhir, Sekda berharap bagi peserta yang mengikuti webinar setelah kegiatan ini dapat membantu tugas pemerintah, sebagai relawan untuk melakukan edukasi, sosialisasi dan aktif mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya Covid-19 yang belum hilang sampai sekarang.(kominfo/ist/rd)

Bagikan