Menu Close

Gencarkan Buka Stand Sp4n Lapor, Guna Jaring Aduan Warga

Demak – Sebagai upaya untuk menjemput informasi atau aduan warga atas pelayanan umum maupun pengaduan warga terhadap fasilitas umum. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak membuka stand pengaduan Sp4n Lapor di Pasar Gajah, Kamis (10/12/20).

Kegiatan yang dikoordinatori oleh Endra Suhartono tersebut bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan kesempatan pada masyarakat dalam menyampaikan permasalahan pelayanan publik. Selain itu  untuk memperkenalkan pada masyarakat tentang tata cara penyampaian aduan melalui saluran  yang benar dan tepat.

Koordinator lapangan Endra Suhartono menyampaikan, warga menyambut baik dengan keberadaan stand aduan Sp4n Lapor. “Ada yang mengira kami membuka lapak untuk jualan, setelah  kami jelaskan tujuan dan keberadaan stand Sp4n Lapor untuk menerima aduan warga terkait permasalahan pelayanan publik, mereka sangat antusias”.

“Saya harap dengan adanya stand Sp4n Lapor yang di buka di tempat umum dapat mempermudah warga untuk menyalurkan keluhan atas pelayanan publik”, ujarnya.

Sementara Admin Sp4n Lapor Cahyo Purnomo menambahkan, ada empat saluran pelaporan yakni dengan SMS ketik “HALLO DEMAK” kirim ke nomor 1708, mendaftar melalui website hallodemak.lapor.go.id, menggunakan aplikasi Sp4n Lapor yang di unduh melalui play store/appstore dan melalui facebook/twitter.

Pada kesempatan tersebut ada 3 pengaduan yang masuk dari warga yang telah diterima diantara dari Rahmat Hidayyat warga Sambiroto, yang mengeluhkan jaringan internet yang kurang stabil di daerah Gajah, Desa Gedangalas dan Sambiroto serta infrastruktur dan sampah yang tidak ada tempat pembuangan yang efektif.

Kemudian Nurul Aini warga Wilalung mengeluhkan tentang kondisi pasar yang kurang bersih dan banyak sampah, lokasi tengah pasar yang tidak ada resapan sehingga sering banjir serta pedangan yang tidak ada tempat sehingga tidak tertata dengan baik.

Selanjutnya Rifka warga Jatisono yang melaporkan, kondisi jalan pasar yang selalu macet dipagi hari karena banyak mobil, truk dan penjual disekitar jalan raya. Selain itu keluahan atas lamanya proses pembuatan KTP di Pasar Gajah  yang harus menunggu sekitar 2 minggu atau terkadang mundur sampai 2 bulan.

Terpisah Kadinkominfo Endah Cahyarini menyampaikan, “setiap hari kami akan menugaskan team untuk diterjunkan kelapangan guna menjaring laporan, informasi mupun saran dari warga demi perubahan pelayanan public yang lebih baik di Kabupaten Demak”.(kominfo/ist/rd)

 

 

 

 

 

 

Bagikan