Menu Close

Mudahkan Layanan Administrasi Kependudukan Melalui Anjani Pelyanan Disable

Demak – Sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan Pemkab Demak pada masyarakat untuk mendukung aksi perubahan kependudukan, Dindukcapil Kabupaten Demak gelar Sosialisasi dan Launcing “Anjani Pelayanan Disable” Anjungan Mini Untuk Pelayanan di Desa Berbasis  Elektronik di Desa Karangmlati, Selasa (15/12/20).

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Karangmlati dihadiri Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, Sekda Demak Singgih Setyono, Asisten I Ahmad Nur Wahyudi, Asisten II Guvrin Heru Putranto, Plt Kadindukcapil Eni Susiani,  seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Demak serta para tamu undangan.

Plt Kepala Dindukcapil Eni Susiani menyampaikan, Anjani Pelayanan Disable merupakan inovasi pelayanan untuk memudahkan masyarakat  mencetak dokumen kependudukan sepeti kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian , surat pindah keluar dan biodata WNI.

“Kehadiran Anjani Pelayanan Disable di tengah-tengah  masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan agar lebih optimal, mudah, dan cepat”, kata  Eni Susiani.

“Saya ingatkan sekali lagi  untuk KTP dan KIA tidak dapat di cetak melalui Anjani”, ungkapnya.

Dijelaskan, manfaat Anjani Pelayanan Disable yaitu untuk mencapai program unggulan Demak smart city, untuk mencapai visi misi Bupati dan Wakil Bupati, serta mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan untuk mengurangi percaloan.

Sementara Wakil Bupati Demak Joko Sutanto dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada Dindukcapil atas layanan pengelolaan dokumen pendudukan. “Ini sebagai tolak ukur bila kita bekerja baik akan menuai hasil yang lumayan, tidak ada keluhan dari masyarakat terhadapa pelayanan yang Pemkab berikan seperti saat pembuatan dokumen pendudukan”.

Joko menambahkan, “untuk kedepannya Anjani Pelayanan Disable ini akan kami kembangkan keseluruh desa di Kabupaten Demak”.

Dalam kesepatan tersebut Sekda Demak menjelaskan, Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik terus meningkat. Bagaimana pemkab bisa menjawab tuntutan tersebut dengan inovasi. Hal itu terbukti dengan program Anjani Pelayanan Disable.

“Saya sangat mengapresiasi dengan aplikasi tersebut. Dulu masyarakat sering mengeluhkan dengan layanan kependudukan terbukti dengan banyaknya aduan pada aplikasi Sp4n Lapor yang mengeluhkan lamanya pelayanan Dindukcapil. Tapi saat ini Dindukcapil dapat membuktikan dengan pelayanan dan inovasi-inovasi yang lebih baik”, pungkasnya.(kominfo/ist)

 

Bagikan