Menu Close

Kasus Pandemi, Lemahkan Sektor Pariwisata  

Demak – Pandemi virus Korona berdampak luas dan dalam pada industri pariwisata bahkan di Kabupaten Demak. Dratisnya penurunan disebabkan oleh pemberlakuan berbagai pembatasan perjalanan ke objek wisata guna untuk mebendung penyebarana dan penularan Covid-19.

Kasi Pengembangan Produk Objek Daya Tarik Wisata Bambang Purnomo menyampaikan, pandemi Covid-19 menjadikan sektor pariwisata melemah. Dampak Covid-19 dirasakan langsung oleh destinasi wisata, restoran, dan pelaku usaha kretiaf lainnya.

“Melemahnya sektor pariwisata menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Demak yang diperoleh dari retribusi, kebersiahan, dan parkir menurun”, kata Bambang.

Berdasarkan data statistik Dinas Pariwisata kabupaten demak tahun 2019 mencatat total PAD melebihi 2 milyar. Sedangkan PAD tahun 2020 sampai bulan november mencapai 1,8 milyar.

Dijelaskan, hal ini  dinilai mengalami penurunan karena meskipun terdapat penambahan destinati wisata baru yaitu Pantai Glawah Wangi atau Istana Tambak Bulusan (Istambul) dengan PAD tertinggi mencapai 1,2 M tetapi hasil yang diperoleh tidak dapat menutup perolehan yang didapat seperti tahun 2019.

Bambang mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan juga dialami beberapa destinasi wisata lain di Demak diantaranya makam Sultan Fatah, Makam kadilangu, Morosari dan Taman Ria Demak.

Pihaknya berharap, kasus pandemi segera berakhir sehingga sektor wisata dapat bangkit kembali serta dapat mengembalikan perekonomian masyarakat. (kominfo/fin/ist)

 

 

 

Bagikan