Menu Close

Malam Tahun Baru Tim Gabungan Lakukan Razia

Demak- Malam pergantian tahun Tim gugus tugas yang bersinergi dengan pihak Polres dan Kodim 0716 Demak
melakukan patroli skala besar di titik-titik keramaian Kota Demak. Patroli sekaligus Operasi yustisi kali ini menyasar cafe dan tempat hiburan yang tidak patuh terhadap Maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama mengatakan, operasi gabungan TNI/Polri dan instansi lainnya secara terpadu melakukan tugas pokok pengamanan Natal dan Tahun baru serta pengawasan terhadap protokol kesehatan.
“Kita bersinergi dengan pemangku kepentingan dalam melakukan pengamanan. Dengan demikian, Demak akan selalu aman dan tentram dari gangguan selama nataru,” ujarnya.
Selain itu, berbagai kegiatan yang memunculkan kerumunan akan dibubarkan sesuai protokol kesehatan (prokes).
“Tidak boleh ada pesta kembang api saat tahun baru, ataupun kerumunan massa”, tegasnya. Sedangkan, peziarah di kawasan wisata religi juga harus tetap patuh pada prokes.

Diketahui pada malam pergantian tahun tim gabungan akan menyisir kawasan warung, cafe dan tempat hiburan di Kota Demak yang masih banyak didatangi pengunjung khususnya usia muda. Petugas gabungan juga akan menggelar rapid test antigen dadakan bagi pengelola maupun pengunjung.

Petugas kesehatan berseragam APD telah menyiapkan seperangkat alat untuk mengambil sampel lendir dari hidung mereka yang terjaring nongkrong di cafe.

“Langkah patroli dan operasi yustisi ini merupakan upaya preventif dan preemtif pencegahan penyebaran covid-19 secara masif dan intensif,” ujar Kapolres Demak, AKBP Andhika Bayu Adittama.

Sementara Kabag Operasi Polres Demak, Kompol Sonhaji, Selasa ( 29/12/20) menambahkan, mereka yang terjaring razia segera diedukasi dan diminta untuk menjalani rapid test antigen. Screening menggunakan rapid test antigen tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada di antara kerumunan massa di titik tersebut yang terindikasi terjangkit Covid-19.

“Jika hasilnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke Balai Diklat Kabupaten Demak dengan ambulance yang sudah disediakan. Mereka akan dikarantina selama 14 hari di sana sembari dilakukan swab PCR,” terangnya.(kominfo/rd)

Bagikan