Menu Close

Danramil 13/Karangawen : Virus Itu Tidak Terlihat Mata, Akan Tetapi Nyata Adanya

Demak – Seiring perkembangan waktu, virus Covid-19 yang melanda negara di seluruh dunia bermutasi dan memunculkan berbagai gejala baru. Jika sebelumnya gejala yang dikenal hanya demam dan sesak napas saja, kini berbagai keluhan sehari-hari seperti kehilangan indra perasa, cegukan dan gangguan penciuman juga bisa jadi gejala.

Menyikapi hal tersebut, Danramil 13/Karangawen Kodim 0716/Demak Kapten Inf Ahmad Syafii menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri prosesi pemakaman salah satu warga Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen dengan prosedur pemakaman Covid-19 di TPU Dukuh Sengor, Desa Kuripan, Kamis (07/01/2021).

Mantan Danramil 07/Gajah ini menambahkan, virus Covid-19 diketahui bisa dengan mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Penularan virus yang berasal dari Wuhan, China ini dapat terjadi melalui droplet atau air liur si penderita yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.

“Virus itu tidak terlihat mata, akan tetapi virus itu nyata adanya. Untuk itu, dengan adanya gejala baru covid-19, mari kita semua lebih meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menerapkan 3M,” katanya.

Masih kata Danramil, virus yang tak terlihat ini akan dengan mudah menyebar, manakala warga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

Danramil juga meminta, apabila ada warga yang mengalami gejala-gejala sakit, seperti demam, sesak nafas, hilangnya indra perasa, cegukan yang tak kunjung henti dan berkurangnya indra penciuman, agar segera memeriksakan diri ke Klinik atau Puskesmas terdekat, sehingga akan mendapatkan perawatan yang lebih instensif.

“Yang selalu protect saja bisa terpapar, apalagi yang cuek dan mengabaikan protokol kesehatan,” sambung Kapten Syafii.

Menurutnya, faktor yang menjadikan seseorang rentan akan virus corona ini ada berbagai macam sebab, mulai dari ketahanan tubuh yang lemah sampai orang dengan pola hidup yang tidak sehat. Sementara untuk kelompok yang rentan terpapar yakni Mulai para Lansia, orang yang mempunyai riwayat penyakit tertentu, tenaga medis dan anak-anak.

“Semua yang saya sampaikan bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi memberikan informasi agar menjadi perhatian bersama sehingga kita semua akan menjadi lebih waspada tentang penyebaran virus corona,” tutupnya.(kominfo)

Bagikan