Menu Close

Rakor Pengendalian Inflasi di Kabupaten Demak

DEMAK – Bertempat di Gedung Bina Praja, Bupati Demak HM.Natsir didampingi Wakil Bupati Drs. Joko Sutanto dan Sekda dr. Singgih Setyono, M.Kes. menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (13/6). Rakor tersebut adalah tindak lanjut dari Rakor TPID I yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2017 lalu. Acara tersebut dihadiri pula oleh Dandim 0716 Letkol Inf. Agung Udayana, Kapolres AKBP Sony Irawan, Kepala Bagian Perekonomian Suwarno M.Nur, S.Sos dan beberapa instansi terkait lainnya.

Pada kesempatan itu Sekda Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes memaparkan bahwa inflasi di Demak pada bulan Mei 2017 sebesar 0,60 % lebih besar dibanding inflasi nasional yaitu sebesar 0,39 % maupun inflasi Jawa Tengah sebesar 0,58 %. Sekda juga menjelaskan tentang berbagai upaya mengendalikan inflasi, diantaranya dengan penditribusian barang aman dan lancar, perluasan akses informasi, memenuhi ketersediaan pasokan barang serta pembentukan harga yang terjangkau,

“Hasil pantauan tim gabungan Dindagkop UKM, Bagian Perekonomian Setda dan Polres Demak yang dilakukan tanggal 5 Juni 2017 di Pasar Tradisional dan Ritel Modern, umumnya di pasar tradisional harga relatif stabil namun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya bawang putih, daging ayam, daging sapi dan telur ayam, ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana yang terbatas di ritel modern sehingga dalam beberapa ritel modern ditemui stok yang kosong atau sedikit. Bila ritel modern yang satu gula ada, di ritel modern yang lain minyak goreng kosong. Pembelian dibatasi sebagaimana sinyalemen Bupati Demak, publikasi di ritel modern untuk ketersediaan dan penjualan gula, minyak goreng kemasan sederhana dengan harga sesuai HET kepada masyarakat melalui spanduk/banner masih kurang, stok pangan berupa beras di Gudang Bulog Katonsari Demak sebanyak 17.513.000 kg yang bisa mencukupi sampai dengan 19 bulan ke depan, Rastra/Beras Sejahtera untuk masyarakat berpendapatan rendah diserahkan kepada 95.594 keluarga penerima manfaat(KPM), dimana tiap KPM menerima 15 kg dengan HTR(Harga Tebus Raskin) Rp.1.600,-/kg,” jelas Sekda.

Harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) akan berpotensi naik di bulan puasa dan menjelang Idul Fitri tahun 2017. Sehingga pemkab mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi hal tersebut yaitu dengan melakukan identifikasi ketersediaan pasokan kepokmas dan harga, meningkatkan pengawasan atas kepokmas di pasar tradisional dan ritel modern, pemantauan dan koordinasi perkembangan harga, melakukan identifikasi langkah–langkah dan kesiapan instansi terkait,  pemberian informasi perkembangan harga dan pemetaan masalah bila terjadi kenaikan harga yang signifikan dan tidak terkendali.

Pemkab Demak juga membentuk Tim Koordinasi Penyelenggaraan Posko Terpadu Idul Fitri Tahun 2017, mengadakan pasar murah di seluruh kecamatan mulai tanggal 3 Juni 2017 sampai dengan 17 Juni 2017 dan pasar murah tingkat kabupaten tanggal 18 Juni 2017 yang bertempat di Kecamatan Bonang, serta monitoring harga kebutuhan pokok secara berkala. (media center)