Menu Close

Ribuan Orang Menyerbu Simpang Enam Demak

DEMAK – Ribuan orang terliat berlalu lalang dijalan protocol dalam kota. Mereka datang dari segala arah  dengan tujuan sama Sehingga kemacetan jalur dalam kota tidak bisa terhindarkan. Apalagi Jalan Sultan fatah yang mnejadi jalur utama menuju simpang enam ditutup mulai depan terminal. Ratusan sepeda motor,mobil dan pejalan kaki mencari jalan alternative masuk di gang kampung kampung. Tujuan mereka yakni alun alun yang tepat berada di Depan Masjid Agung Demak yang merupakan Peninggalan Wali allah. Mereka menyambut dan meyemarakkan acara tradisi Dugderan guna menyambut datangnya bulan ramadlan tahun ini. Dugderan selalu digelar sebagai acara tradisional daerah khas Demak untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadlan. Puluhan tahun kegiatan ini tetap terjaga dan terus dilestarikan, karena merupakan tradisi warisan leluhur.

Pemerintah kabupaten Demak telah mengagendakan tradisi dugderan setiap tahunya, Dengan menyajikan berbagai kesenian tradisional mulai dari tarian, barongsai dan sendratari yang menceritakan legenda rakyat. Kepala Dinas Pariwisata Demak Rudi santosa.SH mengatakan “Kemeriahan dugderan selain menampilkan kesenian tradisional seperti tarian , dan barongsai tersedia beragam mainan anak anak tempo dulu juga didasarkan di lokasi. Seperti otok otok, payung kertas, bus, truk, gangsing,seruling yang semuanya terbuat dari bambo dan kayu. Tidak sedikit pula yang menyediakan mainan modern. Tradisi Dugderan digelar setiap tahun sekali guna menyambut datangnya bulan suci ramadlan di depan masjid agung Demak”. Keramaian biasanya di mulai setelah sholat ashar hingga pukul 22.00 wib. Saat masuk waktu sholat tarawih suasana agak sepi, namun seusai tarawih lokasi kembali di serbu pengunjung

 

Sate keong jadi andalan

Dari pengamatan di lokasi, pedagang sudah memenuhi pedestrian dialun alun simpang enam. Bahkan pihak pemkab sudah menyediakan lahan untuk lapak pedagang di jalur pecinan jl. Sultan patah spanjang kurleb 500m. Selain menjajakan mainan banyak yang menjajakan menu makanan ringan, makan malam bahkan untuk santap sahur tersedia. Menu andalan yang menjadi menu favorit pengunjung, dan selalu dicari penggemarnya bertahun tahun yakni menu pecel dengan sate keong sawah. Menu legendaris yang laris manis ini mampu menjadi kuliner jujugan pengunjung dugderan, sehingga banyak disediakan oleh pedagang dilokasi. Namun menurut Tini salah satu penjual sate keong mengatakan, menu idola dugderan pasti cepat habis dengan meninggalkan bekasnya saja. Bentuk penyajian menu ini berupa lontong/nasi yang ditaburi sayuran dan diguyur sambel pecel  diatasnya terbaring 3 tusuk sate keong di wadahi daun pisang (dulu daun jati) .Sungguh disini akan menemukan sensasi rasa luar biasa. Dengan tekstur daging keong yang kenyal dan sedikit pedas sate ini bisa dinikmati langsung tanpa sayur pecel. Harga pertusuk berbeda di tiap penjaja mulai tusuk kecil rp. 1.000,- 1.500, dan yang besar rp.2.000,.(rdy)