Menu Close

Ramadlan Lokasi PKL kuliner Sepi Aktifitas

DEMAK – Lokasi kuliner pedagang kaki lima yang berada di jln kyai singkil pada hari kamis memasuki hari ke empat di bulan ramadlan,9/5 terlihat sepi tanpa ada aktifitas. Deretan lapak dan gerobag dorong berjajar ditepi jalan tanpa adayang menunggu, Sebagian lapak terliat dibungkus kain maupun terpal plastic dan dibiarkan kosong oleh pemiliknya. Suasana  lalu lintas diarea tersebut tampak lancer, tanpa ada kesemrawutan kendaraan bermotor. Padahal pada hari biasa diluar ramadlan lokasi yang berada di jalur polres lama menuju Taman makam pahlawan, setiap hari ramai aktifitas  penjual dan penikmat kuliner. hingga membuat ketersendatan jalur lalin. Selain menghubungkan menuju kecamatan bonang jalur ini merupakan akses utama perkantoran dan lembaga pendidikan.

Menurut seorang pemilik warung makan mie ayam, eko widi yang sudah berjualan di area tersebut kurang lebih dua tahun ini mengatakan, kalo hari hari biasa jalur disini sangat semrawut karena selain pengguna lalu lintas dan angkota yang lewat di tambah kendaraan para penikmat kuliner  yang parkir memberikan kontribusi kemacetan  pada jam makan siang . ditambahkanya bahwa selain rumah makan dan lapak yang jumlahnya puluhan beragam menu masakan dan minuman dijajakan. Dari menu makanan berat hingga menu ringan selera anak sekolahan. Pantauan tulisan di lapak menu yang dijajakan mulai dari gado gado, bakso, mie ayam,nasi ayam geprek dan ayam kremes, nasi soto,siomay,cilok,tahu genjrot khas Cirebon dan lain sebagainya. Tak kalah varian minuman pun banyak di jajakan mulai dari es kelapa muda dengan gula pasir cair maupun syrup,es tebu, es teler dan es buah, es dawet banjar, hingga es buto ijo dan es doger pun tersedia.

Sepi aktifitas

Dari keterangan pemilik bengkel motor didekat lokasi kuliner, Suprapto mengatakan bahwa sepinya lokasi kuliner karena menghormati bulan suci ramadlan  Juga tidak etis apa bila banyak pedagang buka dipinggir jalan disiang hari. Apalagi demak merupakan kota religius dan islami,sebagai kota wali tempatnya waliyullah berkumpul menyebarkan agama islam. Tentu bukan hanya itu saja alasanya sebab 90 % lebih warga Demak beragama Muslim yang memiliki keimanan, wajib memahami rukun iman dan mentaati rukun islam .

Lokasi penempatan PKL kuliner ini semula merupakan penampungan sementara, sebab sebelumnya mereka menempati dijalur yang sama antara depan kodim 0716 hingga depan kantor bupati Demak. Secara geografis lokasi kuliner disini strategis sebab berda di tengah kota. Lapak lapak dorong ditempatkan di tepi jalan bersebelahan dengan tanggul sungai tuntang yang sudah di sulap menjadi taman tuntang yang indah dan asri. Sehingga menambah kenyamanan penikmat kuliner di siang hari apalagi sangat teduh dengan pepohonan rimbun yang menghalangi masuknya sinar matahari.(Rdy)