Menu Close

HM. Natsir Silaturahmi Kebangsaan dan Buka Bersama PCNU Demak

DEMAK – Bupati Demak HM. Natsir beserta Forkopimda Demak menghadiri kegiatan Silaturahmi kebangsaan dan buka bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak di Gedung Al-Ma’arif Demak Rabu (29/5).

Ketua PCNU Kabupaten Demak, KH. Muhammad Aminudin menyampaikan, “Kita telah melaksanakan kegiatan besar yaitu Pemilu 2019, alhamdulillah di Demak lancar, aman dan kondusif sesuai yang diharapkan. Meskipun disana ada persoalan, namun kita tetep menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa. Kita bersama alim ulama menjaga keutuhan NKRI dan siap menkondisikan Kabupaten Demak terbebas dari permasalahan disintegrasi bangsa. Jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah oleh kepentingan kelompok tertentu. Jagalah stabilitas negara Indonesia untuk mencitakan suasana Aman, tentram, damai dan sejahtera, tegas M. Aminudin.

HM. Natsir Bupati Demak juga menambahkan,Kami sangat berterimakasih khususnya kepada Pengurus Besar NU Kabupaten Demak yang benar-benar mengendalikan warga Kabupaten Demak untuk selalu menciptakan iklim yang kondusif, sehingga wilayah Demak aman, tenang, tentram dan damai. Disamping itu kami ucapkan terimakasih untuk jajaran Polres Demak, Kodim 0716 Demak yang kemarin telah memusnahkan beribu-ribu botol miras dan sejumlah petasan demi mengamankan masyarakat Kabupaten Demak dimalam perayaan idul fitri.

Perlu kami sampaikan Pemerintah Kabupaten Demak juga akan menyerahkan pinjaman mobil untuk Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak, untuk itu segera lengkapi persyaratannya sehingga bisa dimanfaatkan dan di opersionalkan untuk kepentingan pengurus dan bersama-sama pemerintah guyub rukun dalam membangun Kabupaten Demak lebih tentram, damai dan kondusif, tegas Natsir.

Sambil menunggu Adzan Maghrib tiba, KH. Zainal Arifin Maksum dalam tausyiahnya menegaskan, “Kita harus mempelajari fenomena yang berkembang dimasyarakat. Kata “Takbir Mursal”, Takbirnya sudah mulai tidak terdengar, justru Mursalnya yang sekarang ini terlihat” saya perihatin, akan tetapi tidak mampu mencegahnya, untuk itu kami mohon para ulama, tokoh mayarakat dan pemuka agama untuk memberikan penjelasan jangan membuat replika yang berwujud hewani, sesuaikanlah untuk membuat replika seperti ka’bah, masjid atau mushola. Mari Takbir ini kita jadikan momentum yang baik, jangan digunakan untuk kegiatan maksiat, dengarkanlah musik-musik religius yang membawa kebesaran Allah SWT, ungkap KH. Zainal Arifin. (R8)

Bagikan