Menu Close

Bersinergi Tanggulangi Stunting di Demak

DEMAK – Selasa (25/6) bertempat di aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Demak, Kementerian Kominfo RI bekerjasama dengan Dinas Kominfo Demak menggelar kegiatan Forum Sosialisasi Genbest (Generasi Bersih Dan Sehat) Dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting 2019. Demak merupakan kota ke-8 yang terpilih dari 30 kabupaten kota se-Indonesia untuk kegiatan Kemenkominfo tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Direktur IPMK (Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Kementerian Kominfo RI, DR. Wiryanta, MA, PhD, Pujo Semedi dari DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) RSUD Sunan Kalijaga Demak, dan Agus Pramono, SH, Kabid Komunikasi dan Statistik Dinkominfo Demak. Peserta sosialisasi terdiri dari perwakilan 10 desa stunting, sektor pendidikan, sektor kesehatan dan IBI, dan unsur masyarakat se-Kabupaten Demak.

Dalam sambutannya, Direktur IPMK Kemenkominfo mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Demak atas kegiatan tersebut. Beliau mengatakan bahwa stunting di Indonesia jumlahnya mencapai 37,2 persen, namun atas kerja keras Presiden Jokowi dan jajarannya, pada tahun 2018 angka stunting menurun menjadi 30,8 persen. Namun jumlah ini masih jauh dari standar WHO yang seharusnya di bawah 20 persen. Ini berarti bahwa PR untuk menurunkan angka stunting masih banyak. Diharapkan dari sektor kesehatan dapat berkontribusi sebesar 30 persen, sisanya 70 persen adalah kontribusi dari para pemangku kepentingan dan seluruh warga masyarakat. “Dana desa yang dikucurkan pemerintah bisa dipakai untuk pencegahan stunting dengan membangun sarana prasarana yang bersih dan sehat, kegiatan program PKK, Kartu Indonesia Sehat. Semua upaya dilakukan karena negara mencintai rakyatnya dengan membangun SDM yang ada sehingga bisa bersaing dengan masyarakat global,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Pujo Semedi memaparkan tentang Tiga Komponen Utama Penanggulangan Stunting yaitu pola asuh, pola makan, dan air bersih sanitasi. Menurutnya asi eksklusif harus diberikan pada bayi selama 6 bulan setelah itu baru diberikan MPASI (makanan pendamping ASI) dan dihimbau untuk memberikan ASI kepada bayi hingga usia 2 tahun. Diharapkan kepada para bidan khususnya, untuk berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan ibu-ibu di posyandu untuk memberikan pengarahan tentang pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi kepada anak-anak. Semua dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir stunting di Kabupaten Demak.

Dari keseluruhan penduduk Kabupaten Demak yakni 1.140.672 penduduk, 97.212 nya adalah balita, dan sebanyak 4.129 anak (4,25 %) adalah penderita stunting. Untuk menanggulangi stunting ini harus dilakukan secara keroyokan. Maka itu ada kegiatan lintas sektoral bernama Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait penanggulangan stunting berpayung hukum Perbup Nomor 29 Tahun 2019. Demikian disampaikan Agus Pramono, SH Kabid Komunikasi dan Statistik mewakili Kepala Dinas Kominfo menegaskan kembali apa yang disampaikan Bupati beberapa waktu lalu.

RAD Penanggulangan Stunting pada tahun 2020 dilaksanakan terhadap Desa Boyolali Kecamatan Gajah, Desa Gedangalas Kecamatan Gajah, Desa Kedungori Kecamatan Dempet, Desa Guntur Kecamatan Guntur, dan Desa Donorojo Kecamatan Demak. Sedangkan untuk RAD Penanggulangan Stunting pada tahun 2021 dilaksanakan terhadap Desa Sambiroto Kecamatan Gajah, Desa Sidomulyo Kecamatan Wonosalam, Desa Bumirejo Kecamatan Karangawen, Desa Betahwalang Kecamatan Bonang, dan Desa Kembangan Kecamatan Bonang. (NDR)

Bagikan