Menu Close

Seluruh Warga Demak Diharapkan Masuk Peserta JKN-KIS

Demak – Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah program Pemerintah Indonesia untuk menjamin kesehatan warga negaranya agar dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Program ini lahir dengan dikeluarkannya UU No. 40 tahun 2014 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang merupakan operasionalisasi dari kehendak UUD 1945, pasal 28 H dan pasal 34.

Sejak diberlakukan 1 Januari 2014 lalu, Pemerintah Indonesia terus melakukan pembenahan, baik sistem, regulasi, dan kelembagaan institusi penyelenggara BPJS Kesehatan. Tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan kepada peserta/masyarakat dari hari ke hari menjadi semakin baik.

Dari keseluruhan penduduk Kabupaten Demak 1.138.043 penduduk, sebanyak 1.072.418 penduduk (94,23 persen) merupakan peserta JKN-KIS. Ini berarti masih ada sekitar 8773 penduduk (5 persen) yang belum tergabung menjadi peserta JKN-KIS. Dari 243 desa di Kabupaten Demak, masih ada 58 desa yang belum mengikutkan warganya menjadi peserta JKN-KIS. Terdiri dari 37 desa yang sama sekali belum tergabung sebagai peserta, dan 21 desa sudah tergabung menjadi peserta namun belum membayar iur. Melihat kondisi tersebut, pihak JKN-KIS melakukan berbagai upaya pendekatan kepada masyarakat, salah satunya dengan pendekatan kepada para Kepala Desa agar segera mendaftarkan perangkat desanya dan memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS. (NDR)

Bagikan