Menu Close

Maraton Menuju Demak Smart City 2020

Demak – Selasa (2/7) bertempat di hall Wakil Bupati Demak dilaksanakan Rakor Percepatan Smart City dengan fokus penyamaan persepsi tentang konsep smart city. Ini merupakan bentuk tanggung jawab seluruh elemen atas penunjukan Demak sebagai 1 dari 100 kota cerdas dari Kementerian Kominfo RI..

Dalam sambutannya, Sekda Demak Dr. Singgih Setyono, MKes menekankan pada persamaan persepsi tentang kondisi riil data dengan sasaran RPJMD yang melahirkan gap. Sekda menyampaikan bahwa smart city meliputi berbagai sudut dengan konsep smart city adalah membuat hidup lebih mudah, murah dan cepat. Smart city tdk harus IT, misalnya adanya inovasi tertentu yg bisa mempermudah hidup bagi masyarakat di wilayah tertentu.

Ada beberapa potensi wilayah yang menjadi pikiran pokok dan harus diatasi oleh pemkab dengan bandingannya adalah target dalam RPJMD Kabupaten Demak. Gap antara existing dengan RPJMD bidang smart gov yang perlu diperhatikan adalah sistem informasi berbasis IT dan peran masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Gap smart branding yang perlu mendapatkan perhatian adalah rendahnya jumlah investor berskala nasional, usaha mikro yang menjadi usaha kecil dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Gap smart economy yang paling besar gapnya adalah produk garam dan perusahaan yang menerapkan status upah. Gap smart living yang perlu diperhatikan adalah luas tutup lahan atau lahan penghijauan, dan rumah yang direhab (RTLH). Gap smart society yang perlu menjadi perhatian adalah pembentukan desa tangguh bencana, pembentukan sekolah aman bencana dan penduduk yg memiliki pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana. Gap smart environment pengelolaan sampah standart 3R, standart IKLH, dan RTH. Dari hasil analisa gap yg masih tinggi terjadi pada smart environment sebesar 4,9 persen. Pada akhir paparannya Sekda meminta seluruh kepala OPD dan jajarannya utk membuat kegiatan apa yg menjadi solusi di instansi masing-masing dengan melihat gap yg ada. Informasi itu nantinya akan diresume dinkominfo dan selanjutnya akan di-feedback-kan ke masing-masing instansi.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Demak, Drs Joko Sutanto mengatakan bahwa era digital yang menjadi kebutuhan sekarang ini mengharuskan semua OPD untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman dengan memanfaatkan website yang telah difasilitasi oleh Dinkominfo. Lebih penting lagi setiap OPD wajib menyediakan admin dan operator sehingga dapat memperlihatkan kegiatan OPD sebagai bentuk tanggung jawab OPD kepada masyarakat.

Kepala Dinkominfo, Dra. Endah Cahya Rini, MM juga menyampaikan evaluasi hasil pemberitaan di website dari masing-masing OPD sebagai bentuk kesepakatan untuk menjadikan Demak sebagai Kabupaten Informatif 2019. (NDR)

Bagikan