Demak Dengan Angka Stunting Terendah di Jateng
Demak - Memasuki Tahun 2026, Pemkab Demak menargetkan zero stunting melalui kebijakan dengan pendekatan holistik. Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan sektor lain seperti PUPR untuk sanitasi, Dinas Sosial, serta sektor pendidikan melalui edukasi kesehatan reproduksi. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin saat Talkshow di RSKW 104.8 FM, (Selasa, 10/02/2026).
“ Intervensi dilakukan langsung oleh kader sehingga intervensi benar-benar menyentuh sasaran sampai ke akar yaitu keluarga” tutur Badruddin
Dirinya menyampaikan, selain menurunkan angka stunting, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pencegahan sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan. Persiapan kehamilan, pencegahan anemia pada remaja putri, pemenuhan ASI eksklusif, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi fokus utama.
“Penanganan dilakukan jauh sebelum bayi lahir. Ibu harus dipersiapkan secara fisik dan mental agar melahirkan generasi yang sehat,” tegas Badruddin
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Ali Maimun menyampaikan, bahwa prevalensi stunting di Demak turun dari 16 % pada 2022 menjadi 10 % pada 2024, dan kembali menurun hingga 9,5 % selama 2 tahun berturut-turut.
“Capaian tersebut menjadikan Demak sebagai salah satu kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Tengah, sekaligus memperoleh dana insentif dari pemerintah pusat. RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) telah mengamanatkan target penurunan stunting hingga 7,3 % pada 2026. Semakin kecil angkanya, tentu semakin baik,” ujar Ali Maimun.
Ia menekankan bahwa pencegahan menjadi kunci utama, mengingat stunting berawal dari gizi buruk kronis yang tidak tertangani. Jika tidak dicegah, kondisi tersebut akan sulit diperbaiki.
“Keberhasilan intervensi paling tinggi terjadi pada anak usia di bawah dua tahun. Yang terpenting adalah jangan sampai muncul stunting baru. Upaya pencegahan dimulai dari remaja putri dengan menekan angka anemia, dilanjutkan pendampingan calon pengantin dan ibu hamil. Kesehatan ibu menentukan kesehatan janin. Kalau ibu sehat, insyaallah janin juga sehat,” pungkasnya (red-kmf/nin/apj)