Update Bencana Banjir dan Dampak Tanggul Jebol di Demak
Demak - Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan peningkatan debit air dari wilayah hulu ke hilir. Kondisi tersebut mengakibatkan tanggul jebol dan banjir limpasan di sejumlah wilayah Kabupaten Demak.
Berdasarkan data Infografis bencana banjir kabupaten Demak update per Rabu, 18 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 7.687 Kepala Keluarga (25.863 jiwa) terdampak bencana banjir. Sementara itu, sebanyak 6.368 unit rumah terdampak berdasarkan hasil pendataan sementara.
Banjir juga berdampak pada fasilitas umum dan sarana masyarakat, meliputi 36 tempat ibadah, 27 fasilitas pendidikan, 6 fasilitas kesehatan, serta 22 tempat pemakaman umum (TPU). Selain itu, genangan air turut merendam lahan pertanian seluas 858 hektare dan tambak ikan seluas 7 hektare.
Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sayung: Desa Sayung, Desa Kalisari, Desa Loireng, Desa Prampelan, dan Desa Karangasem.
Kecamatan Guntur di Desa Guntur. Serta Kecamatan Kebonagung di Desa Kebonagung, Desa Pilangwetan, dan Desa Tlogosih.
Kondisi Terkini
Hingga saat ini, sebanyak 9 desa di 3 kecamatan masih terdampak banjir. Di beberapa titik, ketinggian air bervariasi antara 20-65 cm di area jalan dan 10-55 cm di permukiman warga.
Debit air di wilayah hulu tanggul Kecamatan Kebonagung dan Kecamatan Guntur dilaporkan telah surut. Di Desa Kebonagung dan Desa Pilangwetan, kondisi banjir berangsur surut dan air mulai mengalir menuju wilayah Desa Tlogosih. Sementara itu, pompanisasi di Desa Sayung dan Desa Kalisari masih terus dilakukan guna mempercepat penurunan genangan.
Titik Tanggul Jebol
Terdapat beberapa titik tanggul yang mengalami kerusakan, antara lain:
1. Tanggul Sungai Cabean sisi kiri atas jembatan Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.
2. Tanggul Sungai Cabean sisi kanan bawah jembatan Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur.
3. Dua titik tanggul jebol di Desa Pilangwetan dan Desa Getak, Kecamatan Kebonagung.
Upaya Penanganan
BPBD Kabupaten Demak bersama unsur TNI-Polri, dinas terkait, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan langkah penanganan, meliputi koordinasi lintas sektor, assessment lapangan, pembersihan pascabanjir di fasilitas umum, serta penguatan dan pemantauan tanggul.
Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi logistik, air minum, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, air bersih, serta peralatan kebersihan. (Red-kmf/apj).